Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Ancaman Tarif AS Kian Nyata! BI Waspada, Aliran Modal Asing dari Emerging Market Terus Berfluktuasi

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 09:58 WIB
Ancaman Tarif AS Kian Nyata! BI Waspada, Aliran Modal Asing dari Emerging Market Terus Berfluktuasi
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak. Foto Antara.
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak.
  • Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi.
  • Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti kondisi perekonomian global yang masih bergerak dalam tren melambat dan penuh ketidakpastian.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak, terutama pada pasar keuangan negara-negara berkembang (emerging market).

Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi. Hal ini dipicu oleh kebijakan AS yang kembali menerapkan tarif tambahan pada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025. Yang terbaru dan paling mengkhawatirkan adalah rencana AS mengenakan tarif tambahan fantastis sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok.

"Aliran modal ke emerging market (EM) masih berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (27/10/2025).

Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian terhadap perekonomian domestik Indonesia.

Perry merinci kondisi ekonomi di berbagai kawasan seperti Amerika Serikat yang mencatat pertumbuhan ekonomi masih lemah, mendorong berlanjutnya penurunan kondisi ketenagakerjaan.

Sementara, Jepang, Eropa, dan India belum menunjukkan kekuatan, sebagian besar dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus fiskal dan moneter telah dilakukan.

Sedangkan Tiongkok pada triwulan III 2025 tercatat meningkat, didorong oleh efektifnya stimulus fiskal yang digulirkan pemerintahnya.

Meski demikian, perkembangan ini sedikit mengangkat prakiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,1%, sedikit di atas prakiraan sebelumnya 3,0%.

Di tengah pelemahan ekonomi AS, Perry juga menyinggung potensi perubahan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR) dinilai semakin besar sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan AS yang lemah.

Sejalan dengan ekspektasi penurunan FFR, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Kondisi ini memberikan sedikit ruang gerak bagi otoritas moneter Indonesia dalam merumuskan kebijakan di tengah ketidakpastian global yang didominasi oleh perang dagang dan perlambatan pertumbuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini

BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:13 WIB

BI Ungkap Bahayanya 'Government Shutdown' AS ke Ekonomi RI

BI Ungkap Bahayanya 'Government Shutdown' AS ke Ekonomi RI

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:02 WIB

Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap

Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:38 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB