Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:38 WIB
Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto dalam diskusi di Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Bank Indonesia membujuk Apple menanamkan sistem pembayaran QRIS Tap.

  • Peluang terbuka karena ponsel Apple memiliki sistem NFC.

  • BI akan terus berupaya memasukkan QRIS Tap di ponsel Apple Indonesia.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) tengah membujuk Apple untuk menanamkan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS Tap.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto menjelaskan, saat ini mereka tengah mendekati perusahaan ponsel raksasa asal Amerika Serikat itu. 

"Jadi kita coba mendekati Apple Indonesia, ada enggak  possibility untuk membuka (QRIS Tap)," ujar Himawan di Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (25/10/2025).

Bank Indonesia QRIS tap
Bank Indonesia QRIS tap

Ia melanjutkan, peluang untuk menanamkan sistem pembayaran QRIS Tap di produk smartphone Apple terbuka lebar, karena memiliki sistem NFC seperti di telepon pintar Android. 

"Karena Apple itu sebenarnya bisa NFC-nya," ucapnya.

Sebagai informasi, QRIS Tap merujuk memiliki mekanisme pembayaran dengan hanya mendekatkan ponsel ke mesin pembayaran. Di ponsel Android mekanisme pembayaran itu sudah dapat digunakan. 

Himawan mengakui bahwa upaya itu akan mendapatkan tantangan, Apple belum membuka sistem pembayaran itu di Indonesia, berbeda dengan negara sejumlah negara lain. 

Namun demikian, BI akan tetap mengupayakannya, terlebih pengguna ponsel Apple cukup banyak di Indonesia. 

"Ke depan kita coba terus lah, kita coba mulai bertemu dengan Apple," imbuhnya

Di dalam negeri penggunaan QRIS Tap kebanyakan di sistem tiket transportasi publik, meskipun sebenarnya sangat bisa digunakan untuk pembayaran. Salah satu bank yang sudah memanfaatkan sistem ini adalah Bank BCA dan Bank Nobu. 

"Memang menyasar segmen utamanya adalah sektor transportasi, makanya 12 provinsi secara serta juga sudah mulai mengimplementasikan QRIS Tap di bus-bus mereka gitu ya, di bus-bus mereka, Trans Bus, Damri, dan MRT. Nah ini dalam waktu dekat, doain mudah-mudahan MRT, LRT juga bisa jalan," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Proyeksi Ekspor dan Belanja Pemerintah Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

BI Proyeksi Ekspor dan Belanja Pemerintah Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 18:53 WIB

Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah

Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:59 WIB

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:08 WIB

Terkini

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:42 WIB