Sama dengan Indonesia, Malaysia Kantongi Tarif 19 Persen dari Amerika Serikat

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 11:36 WIB
Sama dengan Indonesia, Malaysia Kantongi Tarif 19 Persen dari Amerika Serikat
Ilustrasi Bendera Malaysia (Shutterstock).
  • Malaysia-AS sepakat turunkan tarif impor jadi 19%.

  • Ekspor utama Malaysia (sawit, karet) masuk pos pembebasan tarif.

  • Hubungan bilateral naik jadi Kemitraan Strategis Komprehensif.

Suara.com - Hubungan dagang antara Malaysia dan Amerika Serikat (AS) baru saja mencatat sebuah terobosan penting yang disambut baik oleh pelaku industri di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia berhasil memperjuangkan pengurangan tarif impor ke AS dari nilai sebelumnya yang mencapai 25 persen, kini menjadi 19 persen, sebagaimana diatur dalam Kesepakatan Tarif Resiprokal yang baru saja ditandatangani.

Pengumuman menggembirakan ini disampaikan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, pada Minggu.

“Saya dengan senang mengumumkan bahwa Malaysia telah menandatangani Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS pada siang ini,” kata Tengku Zafrul, dikutip dari Sputnik via Antara.

Dengan adanya keringanan tarif dan komitmen komersial baru ini, pengurangan tarif menjadi 19 persen segera berlaku.

Lebih dari itu, Tengku Zafrul menambahkan bahwa AS juga menunjukkan komitmen untuk membebaskan sebanyak 1.711 pos tarif dari pungutan 19 persen tersebut.

Pengecualian ini mencakup sejumlah ekspor utama Malaysia yang bernilai strategis tinggi.

"Hal itu mencakup ekspor utama Malaysia seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi yang seluruhnya berkontribusi hingga 12 persen dari ekspor kita ke AS,” jelas Tengku Zafrul Aziz.

Dengan penurunan tarif dan pembebasan pos tertentu, Malaysia memiliki tarif yang sama dengan Indonesia yang sebelumnya berunding dengan AS.

Dalam perkembangan terkait yang menunjukkan eratnya ikatan kedua negara, AS dan Malaysia menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Kesepakatan ini dicapai menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia menyatakan bahwa status baru tingkat hubungan bilateral ini adalah bukti nyata dari kuat dan eratnya kerja sama yang telah terjalin di berbagai sektor strategis.

Sektor-sektor yang diperkuat tersebut mencakup perdagangan dan investasi, teknologi maju, pertahanan dan keamanan, ketahanan energi, perdamaian dan stabilitas kawasan, serta kerja sama kemanusiaan.

Peningkatan status hubungan ini tidak hanya berdampak pada angka perdagangan, namun juga pada koordinasi kebijakan di tingkat regional dan global, menempatkan Malaysia sebagai mitra strategis penting bagi AS di Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Tarif Manggung Raisa? Diva Pop Indonesia Ceraikan Hamish Daud

Berapa Tarif Manggung Raisa? Diva Pop Indonesia Ceraikan Hamish Daud

Lifestyle | Senin, 27 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:08 WIB

Bak Kapten Tim! Pernyataan Berkelas Jay Idzes Usai Sassuolo Dikalahkan AS Roma

Bak Kapten Tim! Pernyataan Berkelas Jay Idzes Usai Sassuolo Dikalahkan AS Roma

Bola | Senin, 27 Oktober 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:24 WIB

Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota

Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:19 WIB

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:10 WIB

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 21:59 WIB

Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia

Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:49 WIB

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:25 WIB

Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang

Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:17 WIB

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:06 WIB

Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun

Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:01 WIB

Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 19:50 WIB