Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 27 Oktober 2025 | 10:08 WIB
Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pada pagi hari ini, Senin (27/10/2025), rupiah di pasar spot dibuka di level Rp16.602 per dolar Amerika Serikat (AS).
  • Stagnasi ini terbilang unik, mengingat hampir seluruh mata uang utama di Asia menunjukkan penguatan.
  • Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. 

Suara.com - Nilai tukar rupiah membuka pekan kerja dengan performa stagnan. Pada pagi hari ini, Senin (27/10/2025), rupiah di pasar spot dibuka di level Rp16.602 per dolar Amerika Serikat (AS), tidak bergerak dari posisi penutupan Jumat (24/10/2025).

Stagnasi ini terbilang unik, mengingat hampir seluruh mata uang utama di Asia menunjukkan penguatan. Mata uang Korea Selatan (won) memimpin dengan kenaikan 0,55%, diikuti oleh yuan China (0,17%), dan dolar Taiwan (0,16%). Mata uang lain seperti baht Thailand, peso Filipina, dolar Singapura, ringgit Malaysia, bahkan yen Jepang, turut terapresiasi terhadap the greenback.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. Secara global, dua isu besar menahan pergerakan Rupiah:

  1. Pertemuan Trump-Xi: Konfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan minggu depan memicu harapan akan adanya pencairan hubungan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia. Harapan ini membuat para investor cenderung menahan diri (wait and see).
  2. Menanti Data Inflasi AS: Para trader bersikap hati-hati menjelang penundaan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan September. Data inflasi ini merupakan indikator krusial yang akan sangat memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di masa mendatang.

Meskipun tertahan oleh sentimen global, dari sisi internal, data ekonomi Indonesia menunjukkan fondasi likuiditas yang kuat. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,0% (yoy), naik dari 7,6% (yoy) pada Agustus 2025, dengan total mencapai Rp9.771,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:41 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:29 WIB

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:30 WIB

Terkini

RI Raih Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA Tanpa Ongkir

RI Raih Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA Tanpa Ongkir

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Profil Alvin Tedjo Politisi Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Walkot di Kanada

Profil Alvin Tedjo Politisi Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Walkot di Kanada

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?

Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

RI Baru Bisa Raih Pasokan LNG dari Masela di Tahun 2030

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

Buka Workshop Jurnalistik, Yorrys Raweyai Tekankan Pentingnya Pemberitaan Isu Daerah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:02 WIB

×