Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 03 November 2025 | 09:03 WIB
Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun
PT Pupuk Indonesia melakukan groundbreaking (pemasangan tiang pancang pertama) yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025). Foto ist
baca 10 detik
  • Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.
  • Dimulainya pembangunan ditandai dengan acara groundbreaking yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).
  • Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan panjang industri kimia strategis nasional.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengukir sejarah baru dalam industri petrokimia nasional. Melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), BUMN ini resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan acara groundbreaking (pemasangan tiang pancang pertama) yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan panjang industri kimia strategis nasional.

“Pagi ini kita menyaksikan sebuah tonggak sejarah dari industri nasional, yaitu groundbreaking pabrik soda ash pertama di Indonesia. Ini sekaligus menjadi komitmen nyata Pupuk Indonesia Group dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional, sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Rahmad.

Pabrik ini dirancang untuk menjawab tantangan gizi dan kemandirian industri. Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor soda ash yang merupakan bahan baku penting untuk sektor kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, hingga keramik.

Saat beroperasi penuh, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun. Kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan nasional.

Manfaat ekonomi yang dihasilkan sangat besar, diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun dari substitusi impor soda ash, ditambah penghematan sekitar Rp250 miliar per tahun dari substitusi impor amonium klorida (produk sampingan). Total potensi penghematan devisa mencapai Rp1,25 triliun per tahun.

“Mudah-mudahan mimpi besar bangsa Indonesia untuk lebih mandiri dan memiliki ketahanan industri yang semakin kuat dengan mengurangi impor bisa kita capai,” imbuh Rahmad.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menambahkan bahwa proyek ini menjadi percontohan ideal penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan ekonomi sirkular.

baca juga

Pabrik ini akan memanfaatkan emisi karbon dioksida (CO) hasil samping dari fasilitas produksi amonia yang sudah ada sebagai bahan baku utama. Dengan memanfaatkan CO sekitar 174.000 ton per tahun, proyek ini secara langsung mendukung agenda Net Zero Emission (NZE) 2060. Emisi yang tadinya limbah, diolah menjadi produk bernilai tambah.

Bhimo Aryanto, Senior Director of Business Performance & Assets Optimization Danantara Asset Management, turut mendukung, menyebut proyek ini sebagai investasi masa depan bangsa.

"Kami ingin pabrik ini menjadi benchmark baru bagi industri kimia hijau Indonesia,” kata Bhimo.

Selain itu, pembangunan pabrik diharapkan memberikan dampak ekonomi berantai, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, pelibatan UMKM, hingga pemanfaatan produk sampingan (amonium klorida) sebagai bahan baku pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahmad Pribadi Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi hingga Akhir 2025

Rahmad Pribadi Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi hingga Akhir 2025

Bisnis | Minggu, 02 November 2025 | 22:31 WIB

Sosok Rahmad Pribadi: Dari Harvard Hingga Kini Bos Pupuk Indonesia

Sosok Rahmad Pribadi: Dari Harvard Hingga Kini Bos Pupuk Indonesia

Bisnis | Sabtu, 01 November 2025 | 16:19 WIB

Pemerintah Pusat Siap Jadi 'Bankir' Pemda dan BUMN Jika Kekurangan Duit

Pemerintah Pusat Siap Jadi 'Bankir' Pemda dan BUMN Jika Kekurangan Duit

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:29 WIB

Terkini

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

×