Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Berakhir Merosot Dipicu Aksi Jual Bersih Asing

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 04 November 2025 | 17:16 WIB
IHSG Berakhir Merosot Dipicu Aksi Jual Bersih Asing
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
  • IHSG melemah 0,40 persen ke 8.241 akibat sentimen global dan profit taking.

  • Sektor bahan baku dan properti memimpin penurunan, GGRM justru menguat signifikan.

  • Pelemahan dipicu kontraksi manufaktur AS dan ketidakpastian suku bunga The Fed.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 4 November 2025. Hal ini seiring sentimen negatif dari pasar global yang mendorong investor melakukan aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa pekan terakhir.

IHSG turun 33,17 poin atau 0,40 persen ke level 8.241.

Total transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai 28,55 miliar saham dengan nilai Rp 19,49 triliun, dan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.028 triliun. Sebanyak 207 saham menguat, 439 saham melemah, dan sisanya stagnan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari sisi sektoral, penurunan IHSG dipimpin oleh sektor bahan baku (basic material) yang turun 15,22 poin, diikuti sektor properti (4,93 poin) dan teknologi (4,14 poin).

Beberapa saham besar justru berhasil mencatatkan penguatan signifikan di tengah tekanan pasar. Gudang Garam (GGRM) naik 5,69 persen ke Rp 17.650, DSSA menguat 4,55 persen ke Rp 92.000, dan MPRO naik 6,84 persen ke Rp 7.025.

Saham IMPC bahkan melesat 18,86 persen ke Rp 2.710, menjadi salah satu top gainer hari ini.

Sementara itu, saham-saham seperti RISE anjlok 14,80 persen ke Rp 8.350, POLU melemah 8,90 persen ke Rp 23.800, dan SINI turun 9,92 persen ke Rp 5.900 menjadi penekan indeks utama.

Phillip Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya menjelaskan, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup melemah. KOSPI Korea Selatan menjadi yang paling dalam terkoreksi, yakni 2,37 persen, setelah investor melakukan aksi profit taking pada saham-saham teknologi yang sempat reli selama empat hari beruntun.

"Investor secara agresif melakukan aksi ambil untung menyusul reli saham-saham sektor teknologi dalam beberapa minggu belakangan ini," tulis Phillip Sekuritas.

Selain faktor teknikal, pelemahan juga dipicu oleh rilis data ISM Manufacturing Index AS yang menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur selama delapan bulan berturut-turut hingga Oktober.

Aktivitas pesanan baru (new orders) yang lesu memperburuk kekhawatiran soal pelemahan ekonomi AS.

Situasi kian tidak menentu karena perbedaan pandangan di antara pejabat tinggi Federal Reserve (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga. Gubernur The Fed Stephen Miran menegaskan perlunya pemangkasan suku bunga lebih besar, sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee justru memperingatkan agar tidak tergesa menurunkan suku bunga ketika inflasi masih jauh dari target 2 persen.

"Ketidakpastian mengenai apakah pemangkasan suku bunga akan terjadi di bulan Desember membuat investor khawatir suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama lagi," tulis Philips Sekuritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025

Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 16:23 WIB

Ada Kabar Baik Buat Pemegang Saham GOTO

Ada Kabar Baik Buat Pemegang Saham GOTO

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 14:08 WIB

Saham Big Caps dan Prajogo Pangestu Dorong Reksadana Syailendra Meroket dalam Sehari

Saham Big Caps dan Prajogo Pangestu Dorong Reksadana Syailendra Meroket dalam Sehari

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 13:11 WIB

Terkini

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB