Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni. Foto Fakhri-Suara.com
  • IKI April 2026 di level 51,75, manufaktur RI tetap ekspansi meski melambat tipis.
  • Industri tembakau dan kertas jadi penopang utama berkat tren substitusi plastik.
  • 16 subsektor ekspansi, namun industri tekstil dan minuman masih alami kontraksi.

Suara.com - Sektor manufaktur Indonesia terbukti masih memiliki daya tahan tinggi di tengah gempuran ketidakpastian global. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode April 2026 tetap kokoh di zona ekspansi.

Berdasarkan data terbaru, IKI April 2026 tercatat berada di level 51,75. Meski angka ini menunjukkan sedikit perlambatan tipis sebesar 0,11 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada di posisi 51,86, tren positif ini menegaskan bahwa denyut nadi industri pengolahan tanah air belum terhenti.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Walaupun terdapat tekanan dari dinamika logistik global hingga fluktuasi harga bahan baku, industri tetap mampu bergerak maju.

“Ini berarti industri pengolahan manufaktur pada April 2026 ini masih ekspansi,” tegas Febri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/4/2026).

Dari total 23 subsektor industri yang dipantau, sebanyak 16 subsektor masih nyaman berada di zona ekspansi. Kontribusi ke-16 subsektor ini tidak main-main, yakni mencapai 78,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan IV 2025.

Menariknya, industri pengolahan tembakau (KBLI 12) serta industri kertas dan barang dari kertas (KBLI 17) tampil sebagai primadona dengan kinerja tertinggi. Sektor kertas, misalnya, mendapat 'angin segar' dari tren gaya hidup ramah lingkungan.

Dirjen Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa masifnya penggunaan kemasan kertas sebagai substitusi plastik menjadi pendongkrak utama pesanan, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Namun, Kemenperin juga memberikan catatan merah bagi tujuh subsektor yang masih terjepit di zona kontraksi. Sektor-sektor sensitif seperti industri minuman, tekstil, bahan kimia, dan alat angkut lainnya masih harus berjuang keras menghadapi tekanan pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Industri Konstruksi Tak Lagi Kaku, Wajah Baru ASLI yang Lebih Modern dan Inovatif di 2026

Industri Konstruksi Tak Lagi Kaku, Wajah Baru ASLI yang Lebih Modern dan Inovatif di 2026

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:30 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Terkini

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:54 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:39 WIB

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:02 WIB