Pengusaha Ungkap Ternyata Ada Industri yang Sulit Rekrut Tenaga Kerja RI

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 06 November 2025 | 07:09 WIB
Pengusaha Ungkap Ternyata Ada Industri yang Sulit Rekrut Tenaga Kerja RI
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W Kamdani di Jakarta, Rabu (5/11/2025). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Industri semikonduktor padat modal, butuh keahlian tinggi agar pekerja terserap.

  • Pekerja Indonesia perlu upskilling sebab industri semikonduktor butuh keahlian tinggi.

  • Persiapan keterampilan penting sambut industri ini agar pekerja lokal terserap.

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan adanya industri di RI yang sulit menyerap banyak tenaga kerja. Industri itu yakni, industri semikonduktor.

Dia menjelaskan, industri semikonduktor lebih mengarah ke sektor padat modal, yang justru membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. 

Adapun, industri semikonduktor itu berkaitan dengan desain chip, perakitan, pengujian, serta pengemasan chip-chip komputer.

Ilustrasi ChatGPT suasana program pelatihan desain chip di Indonesia [Suara.com/Muhammad Yunus]
Ilustrasi ChatGPT suasana program pelatihan desain chip di Indonesia [Suara.com/Muhammad Yunus]

"Masalahnya itu kan padat modal, dan perlu keahlian tinggi," ujar Shinta saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/11/2025). 

Berkaca dengan kompetensi pekerja di Indonesia, perlu dilakukan peningkatan keterampilan agar tenaga kerja dalam negeri bisa terserap ke dalam industri tersebut. 

"Pekerja kita itu banyak yang belum bisa masuk ke dalam aktor yang keahlian tinggi itu. Makanya kita perlu upskilling dulu," jelas Shinta. 

Dia melanjutkan, keahlian yang dibutuhkan di industri semikonduktor berbeda dengan industri tekstil dan alas kaki. Setidaknya untuk dua industri itu tidak dibutuhkan keterampilan khusus. 

Maka dari itu, Shinta menyebut industri  semikonduktor memiliki daya serap tenaga kerja yang rendah. 

"Jadi walaupun itu sangat baik, tapi penyerapan tenaga kerjanya pertama lebih rendah, kedua, pekerja kita yang siap untuk masuk ke dalam sektor-sektor tersebut, itu harus melakukan banyak pelatihan dulu," jelasnya. 

baca juga

Shinta pun menekankan bahwa mempersiapkan keterampilan tenaga kerja dalam negeri menjadi hal penting untuk menyambut industri itu. 

"Saya rasa akan jalan, dan saya rasa bagus bahwa Indonesia sudah memperhatikan itu. Tapi beriringan kita harus mempersiapkan tenaga kerja kita juga, kalau nggak nanti kita datangkan semua dari luar," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 18:52 WIB

APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal

APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 15:47 WIB

Rencana Kenaikan UMP, APINDO: Harus Berkeadilan!

Rencana Kenaikan UMP, APINDO: Harus Berkeadilan!

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 15:28 WIB

Terkini

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

×