Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Pengusaha Ungkap Ternyata Ada Industri yang Sulit Rekrut Tenaga Kerja RI

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 06 November 2025 | 07:09 WIB
Pengusaha Ungkap Ternyata Ada Industri yang Sulit Rekrut Tenaga Kerja RI
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W Kamdani di Jakarta, Rabu (5/11/2025). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Industri semikonduktor padat modal, butuh keahlian tinggi agar pekerja terserap.

  • Pekerja Indonesia perlu upskilling sebab industri semikonduktor butuh keahlian tinggi.

  • Persiapan keterampilan penting sambut industri ini agar pekerja lokal terserap.

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan adanya industri di RI yang sulit menyerap banyak tenaga kerja. Industri itu yakni, industri semikonduktor.

Dia menjelaskan, industri semikonduktor lebih mengarah ke sektor padat modal, yang justru membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. 

Adapun, industri semikonduktor itu berkaitan dengan desain chip, perakitan, pengujian, serta pengemasan chip-chip komputer.

Ilustrasi ChatGPT suasana program pelatihan desain chip di Indonesia [Suara.com/Muhammad Yunus]
Ilustrasi ChatGPT suasana program pelatihan desain chip di Indonesia [Suara.com/Muhammad Yunus]

"Masalahnya itu kan padat modal, dan perlu keahlian tinggi," ujar Shinta saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (5/11/2025). 

Berkaca dengan kompetensi pekerja di Indonesia, perlu dilakukan peningkatan keterampilan agar tenaga kerja dalam negeri bisa terserap ke dalam industri tersebut. 

"Pekerja kita itu banyak yang belum bisa masuk ke dalam aktor yang keahlian tinggi itu. Makanya kita perlu upskilling dulu," jelas Shinta. 

Dia melanjutkan, keahlian yang dibutuhkan di industri semikonduktor berbeda dengan industri tekstil dan alas kaki. Setidaknya untuk dua industri itu tidak dibutuhkan keterampilan khusus. 

Maka dari itu, Shinta menyebut industri  semikonduktor memiliki daya serap tenaga kerja yang rendah. 

"Jadi walaupun itu sangat baik, tapi penyerapan tenaga kerjanya pertama lebih rendah, kedua, pekerja kita yang siap untuk masuk ke dalam sektor-sektor tersebut, itu harus melakukan banyak pelatihan dulu," jelasnya. 

baca juga

Shinta pun menekankan bahwa mempersiapkan keterampilan tenaga kerja dalam negeri menjadi hal penting untuk menyambut industri itu. 

"Saya rasa akan jalan, dan saya rasa bagus bahwa Indonesia sudah memperhatikan itu. Tapi beriringan kita harus mempersiapkan tenaga kerja kita juga, kalau nggak nanti kita datangkan semua dari luar," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 18:52 WIB

APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal

APINDO: Isu Utama Bukan hanya UMP Tapi Penciptaan Lapangan Kerja Formal

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 15:47 WIB

Rencana Kenaikan UMP, APINDO: Harus Berkeadilan!

Rencana Kenaikan UMP, APINDO: Harus Berkeadilan!

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 15:28 WIB

Terkini

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:08 WIB