Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Toyota-Pertamina Siap Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Mulai Jalan 2026

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 10 November 2025 | 13:45 WIB
Toyota-Pertamina Siap Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Mulai Jalan 2026
Ilustrasi Toyota Avanza mengisi BBM jenis Bioetanol (Suara x Gemini)
baca 10 detik
  • Toyota dan Pertamina akan investasi Rp2,5 triliun bangun pabrik bioetanol.

  • Pabrik berkapasitas 60.000 kiloliter/tahun dibangun di Lampung.

  • Pembangunan pabrik mendukung mandatori E10 Indonesia mulai 2027.

Suara.com - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengungkap Toyota akan melakukan investasi pengembangan bioetanol di Indonesia. Dalam pembangunan pabrik bioetanol itu Toyota akan dibantu oleh Pertamina.

Hal itu diungkap Todotua usai melakukan pertemuan dengan CEO of Asia Region, Toyota Motor Corporation, Masahiko Maeda yang digelar di Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu. 

"Sepulangnya dari Tokyo, baik Toyota maupun Pertamina akan langsung melakukan joint study dan site visit ke lokasi di Lampung, targetnya pada awal tahun 2026 perusahaan patungan (JV) sudah terbentuk," kata Todotua lewat keterangannya yang dikutip Senin (10/11/2025). 

Ilustrasi bioetanol. [Ist]
Ilustrasi bioetanol. [Ist]

Investasi itu akan diwujudkan dengan pembangunan pabrik bioetanol di Lampung yang melibatkan Pertamina New Renewable Energy. Adapun kapasitasnya sebesar 60.000 kiloliter/tahun, dan nilai investasinya sebesar Rp 2,5 triliun. 

"Dalam rangka mendukung kebijakan E10, saat ini tengah dikaji rencana pengembangan fasilitas dengan kapasitas produksi sebesar 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi sekitar Rp 2,5 triliun," ungkap Todotua. 

Lebih lanjut Todotua menyebut kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 40 juta kiloliter  per tahun. Sementara di satu sisi pemerintah akan menerapkan mandatori E10 yang akan mulai diberlakukan pada 2027. 

"Dengan kewajiban E10 maka setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol di 2027, agar tidak kehilangan momentum maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang," imbuhnya.

Pemerintah Rayu Toyota

Sebelumnya, Todotua menjelaskan, pemerintah telah meyakinkan Toyota untuk membangun pabrik etanol di dalam negeri.

baca juga

"Toyota pun hasil pembicaraan kita dengan Toyota dan meyakinkan Toyota mereka untuk mengamankan feedstock upstreamnya mereka. Feedstock untuk suplai bahan bakunya maka mereka juga serius untuk masuk pada plan etanol. Mudah-mudahan ini prosesnya bisa smooth, bisa segera realisasi," katanya.

Menurut Todotua, pemerintah merayu Toyota, karena memiliki produk kendaraan yang bahan bakarnya berbasis hydrogen dan bioetanol. Bahkan, beberapa kendaraannya bisa menampung bahan bakar minyak dengan kandungan etanol 100 persen (E100).

"Toyota punya line up dalam otomotif yang menggunakan hydrogen dengan bioetanol. Bahkan produk Toyota itu sebenarnya sudah ada yang mampu sampai kalau saya nggak salah mereka 100 persen pakai E100, 100% pakai E100, 100 persen pakai etanol," ucapnya.

"Ya Bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang interest, di luar itu ada beberapa lagi," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

54 SPBU Disanksi dan 3.500 Kendaraan Diblokir Pertamina Akibat Penyelewengan BBM

54 SPBU Disanksi dan 3.500 Kendaraan Diblokir Pertamina Akibat Penyelewengan BBM

Bisnis | Minggu, 09 November 2025 | 20:27 WIB

Stok BBM SPBU BP-AKR Makin Banyak, Pesan Base Fuel Lagi dari Pertamina

Stok BBM SPBU BP-AKR Makin Banyak, Pesan Base Fuel Lagi dari Pertamina

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 14:10 WIB

Pertamina Bakal Perluas Distribus BBM Pertamax Green 95

Pertamina Bakal Perluas Distribus BBM Pertamax Green 95

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 20:31 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB