Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:29 WIB
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
Menteri PKP, Maruarar Sirait alias Ara dan Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). [Suara.com/Fakhri]
  • Kementerian PKP merencanakan pembangunan rusunawa delapan lantai di Solo mulai tahun 2026 untuk prajurit Kopassus.
  • Pembangunan rusun ini bertujuan mengatasi kekurangan 67 unit rumah bagi personel Kopassus di wilayah Solo.
  • Proyek akan dilaksanakan menggunakan kontrak tahun jamak dan ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2027.

Suara.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) setinggi delapan lantai di Kota Solo, Jawa Tengah. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026.

Rencana itu disampaikan Menteri PKP, Maruarar Sirait alias Ara, usai bertemu Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen Djon Afriandi di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Ara mengatakan, pembangunan rusun tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan hunian prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya personel Kopassus yang bertugas di wilayah Solo.

"Kita membicarakan persiapan untuk pembangunan rumah susun bagi prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya Kopassus yang direncanakan di Solo, ya," ucap Ara.

Menurut Ara, koordinasi dengan jajaran Kopassus menjadi langkah awal sebelum proyek pembangunan rusun tersebut direalisasikan. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mendukung penyediaan hunian layak bagi prajurit.

Di kesempatan yang sama, Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi memaparkan kondisi kebutuhan perumahan anggota Kopassus di Solo. Ia menyebutkan, saat ini terdapat kekurangan puluhan unit rumah untuk prajurit.

Ilustrasi rusun. [Ist]
Ilustrasi rusun. [Ist]

Djon menjelaskan, jumlah kekurangan rumah bagi anggota Kopassus di Solo mencapai 67 unit. Kekurangan itu diharapkan bisa ditutup melalui pembangunan rusunawa delapan lantai yang direncanakan Kementerian PKP.

"Kebutuhan Solo, kita kekurangan 67 rumah. Nanti rencana dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, ini kita akan didukung untuk membangun satu tower dengan delapan lantai rumah susun. Dan ini dengan satu tower, sudah terpenuhi 100 persen kebutuhan di Grup 2 Kopassus," jelas Djon saat menemui Ara.

Ia pun mengakui, dukungan pembangunan rusun tersebut akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan hunian prajurit Kopassus di wilayah Solo secara menyeluruh.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyampaikan, pembangunan rusun Kopassus tersebut akan menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multi years.

Dengan skema tersebut, kata Sri, proses pembangunan tidak akan selesai dalam satu tahun anggaran. Proyek direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027.

Sri menambahkan, sumber pendanaan pembangunan rusun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dan 2027. Saat ini, Kementerian PKP baru mengantongi alokasi anggaran untuk pembangunan rusun tiga lantai senilai Rp13 miliar.

"Sesuai arahan, kita akan lakukan (pembangunan) multi-years contract. Jadi, 2026 selesai 2027. Nanti kita akan menghitung kebutuhannya, karena tadi ada kebutuhan ruang serbaguna, ruang lain-lain. Jadi, terkait dengan jumlah (anggaran) dan lain-lain nanti kita pastikan kembali," tutur Sri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PKP Berikan Apresiasi untuk Ruang Pintar PNM Hasil Kolaborasi dengan PT SMF

Menteri PKP Berikan Apresiasi untuk Ruang Pintar PNM Hasil Kolaborasi dengan PT SMF

Bisnis | Minggu, 09 November 2025 | 21:00 WIB

Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman

Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 13:57 WIB

PGAS Perluas Pasok Jargas ke Rusun Wisma Atlet

PGAS Perluas Pasok Jargas ke Rusun Wisma Atlet

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 16:06 WIB

Pemerintah dan Ratusan Pengusaha Bakal Berkumpul Bahas Kebijakan Sektor Perumahan

Pemerintah dan Ratusan Pengusaha Bakal Berkumpul Bahas Kebijakan Sektor Perumahan

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 08:55 WIB

Rusun Jadi Fokus Solusi Pemukiman yang Semakin Mahal di Jakarta

Rusun Jadi Fokus Solusi Pemukiman yang Semakin Mahal di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 12 September 2025 | 20:31 WIB

Pemerintah Mau Berikan Cuma-cuma Rumah Subsidi ke Keluarga Affan Kurniawan

Pemerintah Mau Berikan Cuma-cuma Rumah Subsidi ke Keluarga Affan Kurniawan

Bisnis | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:56 WIB

Terkini

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB