Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Old Money Ilegal Disebut Ketar-ketir Jika Menkeu Purbaya Terapkan Kebijakan Redenominasi

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 12 November 2025 | 19:32 WIB
Old Money Ilegal Disebut Ketar-ketir Jika Menkeu Purbaya Terapkan Kebijakan Redenominasi
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Kebijakan redenominasi rupiah berpotensi besar untuk membersihkan ekonomi dari praktik kotor.
  • Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, secara lugas menyebut bahwa redenominasi yang matang akan membuat para pelaku TPPU terpojok.
  • Wijayanto menjelaskan, proses transisi dari Rp1.000 menjadi Rp1 dalam sistem redenominasi akan memaksa peredaran uang tunai dalam jumlah besar untuk dipertanggungjawabkan atau ditukar.

Suara.com - Wacana penyederhanaan nominal mata uang atau redenominasi Rupiah kembali mencuat dengan dukungan kuat dari pemerintah.

Kebijakan yang direncanakan oleh Kementerian Keuangan di bawah komando Purbaya Yudhi Sadewa ini dinilai tidak hanya sekadar memangkas nol Rupiah, tetapi juga berpotensi besar untuk membersihkan ekonomi dari praktik kotor.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, secara lugas menyebut bahwa redenominasi yang matang akan membuat para pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau yang sering disebut old money ilegal dan pengedar uang palsu menjadi sangat terpojok.

"Akan bagus. Redenominasi membuat praktik pencucian uang (money laundry) dan distribusi uang palsu makin terpojok," kata Wijayanto Samirin dalam analisanya, Rabu (12/11/2025).

Wijayanto menjelaskan, proses transisi dari Rp1.000 menjadi Rp1 dalam sistem redenominasi akan memaksa peredaran uang tunai dalam jumlah besar untuk dipertanggungjawabkan atau ditukar.

Ini adalah momen kritis yang akan menyulitkan para penimbun cash ilegal yang selama ini sengaja menyembunyikan kekayaan mereka dari pengawasan otoritas.

Oleh karena itu, kebijakan redenominasi diperkirakan akan mendapat penolakan keras dari kalangan penimbun dana gelap.

Namun, Wijayanto menegaskan bahwa resistensi tersebut tidak akan menghentikan langkah pemerintah.

"Kalau pun mereka menolak, BI dan Pemerintah tetap jalan terus, jika ini diyakini bagus bagi ekonomi kita," jelasnya, memberikan sinyal kuat bahwa kepentingan ekonomi nasional berada di atas kepentingan old money ilegal.

baca juga

Meskipun dampak positifnya besar, Wijayanto mengingatkan bahwa implementasi redenominasi bukanlah tanpa risiko, merujuk pada kegagalan serupa di sejumlah negara.

Kunci utama keberhasilan terletak pada persiapan dan komunikasi publik yang harus dilakukan dengan matang.

Wijayanto menyoroti tiga prasyarat yang harus dipenuhi Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) dalam menjalankan kebijakan ini diantaranya memastikan seluruh sistem, baik perbankan maupun perdagangan, siap melakukan konversi.

Kebijakan baru harus dilaksanakan setelah sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh, dan perlunya komunikasi yang baik melalui berbagai public discourse dan melibatkan tokoh-tokoh kunci untuk meminimalisir penolakan dan perbedaan pandangan di berbagai kalangan masyarakat.

Jika dilakukan dengan persiapan yang cermat, kebijakan Menkeu Purbaya ini berpotensi menjadi salah satu reformasi fiskal paling berani dalam sejarah, menjanjikan efisiensi transaksi sekaligus memberikan pukulan telak bagi praktik kejahatan keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Melemah Rabu Sore, Ini Pemicunya

Nilai Tukar Rupiah Melemah Rabu Sore, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 16:29 WIB

BI Sebut Redenominasi Butuh Persiapan Lama

BI Sebut Redenominasi Butuh Persiapan Lama

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 15:33 WIB

Menkeu Purbaya Siapkan 'Hadiah' Rp300 Miliar untuk Daerah yang Sukses Tangani Stunting

Menkeu Purbaya Siapkan 'Hadiah' Rp300 Miliar untuk Daerah yang Sukses Tangani Stunting

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 14:48 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×