IHSG Loyo di Penutupan Jelang Akhir Pekan, Dipicu Pelemahan Ekonomi China

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 14 November 2025 | 16:30 WIB
IHSG Loyo di Penutupan Jelang Akhir Pekan, Dipicu Pelemahan Ekonomi China
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 16,56 poin atau 0,20 persen pada Jumat, 14 November 2025, mencapai level penutupan 8.371,99.
  • Penurunan IHSG dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Tiongkok kuartal IV-2025 yang menunjukkan perlambatan signifikan pada penjualan ritel dan produksi industri.
  • Pelemahan indeks saham juga dipengaruhi oleh tekanan sektor basic material, energi, dan siklikal, dengan total transaksi mencapai Rp 25,45 triliun.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir meloyo pada penutupan perdagangan Jumat, 14 November 2025. IHSG ditutup di level 8.371,99 atau turun 16,56 poin setara 0,20 persen.

Sentimen negatif datang dari Asia setelah serangkaian data ekonomi Tiongkok menunjukkan perlambatan yang lebih dalam dari perkiraan di awal kuartal IV-2025.

Berdasarkan riset dari Phillip Sekuritas Indonesia, pasar regional langsung merespons pelemahan aktivitas ekonomi China.

Penjualan eceran pada Oktober hanya tumbuh 2,9 persen secara tahunan, sedikit melambat dibanding 3 persen di bulan sebelumnya. Meski masih berada di atas ekspektasi pasar sebesar 2,7 persen, pertumbuhan ini menjadi yang terendah sejak Agustus 2024.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sektor industri juga menunjukkan perlambatan tajam. Produksi industri hanya naik 4,9 persen secara tahunan, merosot dari 6,5 persen pada September dan gagal memenuhi perkiraan analis di level 5,5 persen. Perlambatan ini disebabkan meredanya aktivitas manufaktur dan pertambangan selama libur panjang Golden Week.

Tekanan juga datang dari sisi investasi. Investasi aset tetap dilaporkan turun 1,7 persen sepanjang 10 bulan 2025, lebih dalam dibanding kontraksi 0,5 persen pada periode Januari–September. Penurunan tersebut menjadi yang terburuk sejak masa pandemi pada 2020 dan dipicu oleh kontraksi investasi properti, stagnasi proyek infrastruktur, serta melemahnya ekspansi sektor manufaktur.

Sepanjang perdagangan hari ini, sebanyak 314 saham tercatat menguat, sementara 345 saham melemah. Total nilai transaksi mencapai Rp 25,45 triliun dengan volume perdagangan mencapai 62,37 miliar saham.

Sektor yang paling membebani indeks adalah sektor basic material, yang menyumbang penurunan sekitar 6,27 poin. Sektor energi dan sektor siklikal juga turut menekan IHSG masing-masing sekitar 3,10 poin dan 3 poin.

Meski mayoritas sektor melemah, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan, seperti DSSA yang naik 3,67 persen ke level Rp 91.200. Saham-saham lain seperti SRAJ, MORA, UANG, dan SHIP juga menutup perdagangan dengan lonjakan dua digit.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan koreksi dalam, seperti MPRO yang turun 7,09 persen dan GMTD yang anjlok 14,90 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 14:12 WIB

SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab

SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 13:37 WIB

IHSG Berbalik Menghijau di Jumat Pagi, Namun Dibayangi Pelemahan Rupiah

IHSG Berbalik Menghijau di Jumat Pagi, Namun Dibayangi Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 09:14 WIB

Terkini

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:09 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:52 WIB

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB