Target Harga BUMI di Tengah Aksi Jual Saham Jelang Tahun Baru

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 29 Desember 2025 | 18:53 WIB
Target Harga BUMI di Tengah Aksi Jual Saham Jelang Tahun Baru
PT Bumi Resources Tbk
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendapat tekanan jual signifikan dari investor institusi global sepanjang Desember 2025.
  • Investor besar seperti Chengdong Investment dan UBS AG London mengurangi kepemilikan saham karena strategi divestasi.
  • Tekanan jual ini bertepatan dengan koreksi harga batu bara global yang memengaruhi sentimen investor terhadap saham BUMI.

Suara.com - Emiten batu bara raksasa milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), tengah menjadi sorotan tajam di penghujung tahun 2025.

Meski mencatatkan performa luar biasa dengan lonjakan harga hingga 206,78% secara year-to-date (ytd), saham BUMI kini menghadapi tekanan jual yang cukup masif dari investor institusi global.

Dua pemegang saham besar, yakni Chengdong Investment Corp (afiliasi HSBC) dan UBS AG Group cabang London, terpantau getol mengurangi porsi kepemilikan mereka hingga di bawah ambang batas sebelumnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) per Senin (29/12/2025), aksi pelepasan saham ini dilakukan sepanjang periode Desember 2025 dengan alasan strategis yang berbeda.

Penjualan saham oleh dua raksasa keuangan dunia ini didasari oleh motif yang bervariasi. Chengdong Investment Corp secara resmi menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi divestasi saham.

Sementara itu, UBS AG London melakukan transaksi penjualan dengan tujuan lindung nilai (hedging) terhadap portofolio investasi mereka.

Lonjakan harga BUMI yang sudah sangat tinggi sepanjang tahun ini memang menjadikan saham ini rawan terkena aksi ambil untung (profit taking).

Tercatat pada 24 Desember 2025 saja, investor asing membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp181,87 miliar dari total nilai transaksi yang mencapai Rp1,7 triliun.

Struktur Kepemilikan Saham BUMI

Aksi jual ini secara signifikan mengubah peta kepemilikan saham di tubuh BUMI. Chengdong Investment telah melepas sekitar 3,71 miliar lembar saham, yang mengakibatkan porsi kepemilikannya menyusut dari 6,99% menjadi tinggal 5,99%.

Di sisi lain, kepemilikan UBS AG London juga mengalami penurunan dari 6,06% menjadi 5,89% setelah transaksi dilakukan.

Hingga November 2025, pengendali utama BUMI masih dipegang oleh Mach Energy (Hong Kong) Limited yang terafiliasi dengan Grup Salim dengan porsi 45,78%.

Posisi berikutnya diisi oleh Treasure Global Investment Limited (afiliasi Grup Bakrie & Salim) sebesar 8,07% dan UBS Switzerland AG-Client Assets sebesar 5,11%.

Tekanan pada saham BUMI juga bertepatan dengan melandainya harga komoditas batu bara di pasar global. Dalam setahun terakhir, harga batu bara terkoreksi 12,80% ke level US$109 per ton.

Padahal, pada tahun buku 2025, harga emas hitam ini sempat menyentuh angka tertinggi di level US$118 per ton. Penurunan sebesar 1,93% dalam sebulan terakhir turut mempengaruhi sentimen investor terhadap emiten tambang nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bangkit Setelah Libur Panjang, Kembali ke Level 8.600

IHSG Bangkit Setelah Libur Panjang, Kembali ke Level 8.600

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 17:11 WIB

Isu BEEF Dicaplok Raksasa Korea Selatan, Efek Program MBG?

Isu BEEF Dicaplok Raksasa Korea Selatan, Efek Program MBG?

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 16:35 WIB

Daftar Emiten Saham yang Right Issue Tahun 2026

Daftar Emiten Saham yang Right Issue Tahun 2026

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 11:03 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB