Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

BI Serap Rp290 Miliar dari Lelang Obligasi PT Sarana Multigriya Finansial, Apa Untungnya?

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 21:36 WIB
BI Serap Rp290 Miliar dari Lelang Obligasi PT Sarana Multigriya Finansial, Apa Untungnya?
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan lelang perdana repo obligasi PT SMF merupakan capaian sejarah, karena BI sebelumnya hanya menerima repo dengan underlying surat berharga negara (SBN). [Suara.com/Rina Anggraeni]
  • Bank Indonesia (BI) memulai lelang perdana repurchase agreement menggunakan obligasi PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai underlying pada 10 November 2025.
  • Transaksi bersejarah ini menyerap repo senilai Rp 290 miliar dari sembilan bank dengan tingkat suku bunga pemenang 4,85 persen untuk tenor satu minggu.
  • Kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional sekaligus mendalamkan pasar keuangan melalui penggunaan surat berharga korporasi.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memulai lelang obligasi PT Sarana Multigriya Finansial sebagai underlying dalam transaksi perdana repurchase agreement (repo). Ini disebut menguntungkan sektor pendalaman pasar keuangan, sekaligus bisa memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan lelang perdana repo obligasi korporasi itu merupakan capaian sejarah. Menurutnya, selama ini BI hanya menerima repo dengan underlying surat berharga negara (SBN).

"Ini adalah karya sinergitas kita semua dan akhirnya SMF yang menjadi salah satu contoh dari surat berharga lain yang bisa direpokan kepada Bank Indonesia," katanya di Gedung AA Marimis, Jakarta, Kamis (20/11/2025.

Dia pun mengungkapkan, BI menyerap repo senilai Rp 290 miliar dari sembilan bank dengan tenor satu minggu. Hal ini mulai dilakukan sejak 10 November 2025

Adapun, instrumen ini memiliki tenor jangka pendek selama 7 hari, dengan tanggal setelmen pada 11 November 2025 dan akan jatuh tempo pada 18 November 2025. Nantinya, tingkat suku bunga yang dimenangkan (weighted average rate) untuk tenor satu minggu tersebut ditetapkan di level 4,85 persen.

"Hingga saat ini sudah ada 9 perbankan yang melakukan transaksi REP MFS dengan BI dengan total transaksi mencapai Rp299 miliar Ini baru minggu pertama dan tentu kita berharap ke depan ini akan semakin marak. Tadi masih ada sekitar Rp25 triliun (outstandingSMF), dan itu masih sekitar Rp10 triliun yang eligible. Jadi ini kesempatan yang baik," kata Destry

Kata dia, kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (UU P2SK), yang menetapkan tiga tujuan utama BI, yakni menjaga stabilitas nilai tukar, menjaga stabilitas sistem keuangan bekerja sama dengan lembaga lain, dan memperkuat sistem pembayaran. Semua itu pada akhirnya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Ini adalah pertama kalinya BI menerima repo dari surat berharga korporasi, yaitu PT SMF, karena sebelumnya hanya menerima SBN dan SRBI,"bebernya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut langkah ini sebagai sejarah penting dalam sistem keuangan Indonesia. Untuk pertama kalinya, BI menerima surat berharga korporasi sebagai underlying repo, dan obligasi SMF menjadi instrumen korporasi pertama yang memenuhi syarat tersebut.

"Ini sejarah bukan hanya untuk Bank Indonesia, tetapi untuk Republik kita. Untuk pertama kalinya, BI dapat menerima repo yang underlying-nya surat berharga korporasi. Dan yang pertama kali digunakan adalah obligasi SMF,” bebernya.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada BI dan SMF yang telah bekerja sesuai kerangka regulasi Undang-Undang Bank Indonesia dan UU P2SK sehingga transaksi perdana senilai Rp 290 miliar dapat direalisasikan. Menurutnya, ini menandai era baru dalam pengelolaan moneter dan pasar obligasi nasional, karena kini obligasi korporasi dapat direpokan ke BI sebagai sumber likuiditas.

"Sektor perumahan ini Kalau buat saya adalah sektor yang sangat penting untuk pembangunan ekonomi kita Karena sektor ini adalah sektor yang bikin semua orang happy kenapa? Siapa saja yang senang kalau bangun rumah itu, maka yang punya rumah itu senang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, penetapan surat utang SMF sebagai underlying repo BI bisa menjadi pendukung program prioritas pemerintah di sektor perumahan. Salah satunya ketersediaan 3 juta rumah yang membutuhkan dukungan pendanaan masif.

"Dukungan pendanaan masif seperti program 3 juta rumah, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak tentunya sangat diperlukan. Sinergi perluasan underlying ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menciptakan pendalaman pasar keuangan,"tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 18:00 WIB

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:11 WIB

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:24 WIB

Mau Terbitkan Obligasi untuk Cari Pemasukan Tambahan, Pemprov DKI Tunggu Restu Pusat

Mau Terbitkan Obligasi untuk Cari Pemasukan Tambahan, Pemprov DKI Tunggu Restu Pusat

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:29 WIB

Rencana Terbitkan Obligasi Belum Bisa Dilaksanakan, Pramono Anung Tunggu Arahan Pusat

Rencana Terbitkan Obligasi Belum Bisa Dilaksanakan, Pramono Anung Tunggu Arahan Pusat

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:12 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB