Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Data Neraca Transaksi Berjalan Positif, Bagaimana Nasib Dolar AS di Pasar Domestik?

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 15:23 WIB
Data Neraca Transaksi Berjalan Positif, Bagaimana Nasib Dolar AS di Pasar Domestik?
Ilustrasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Bank Indonesia melaporkan Neraca Transaksi Berjalan (NTB) Kuartal III 2025 surplus US$4,0 miliar.
  • Surplus NTB tersebut didorong oleh kuatnya ekspor non-migas dan penyempitan defisit neraca jasa akibat kunjungan wisatawan.
  • Meskipun NTB surplus, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Kuartal III 2025 defisit US$6,4 miliar karena transaksi modal.

Suara.com - Kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal reversal yang kuat. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Neraca Transaksi Berjalan (NTB) Indonesia pada Kuartal III 2025 berhasil mencatatkan surplus sebesar US$4,0 miliar, atau setara dengan 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Capaian ini merupakan peningkatan signifikan dan berbalik arah drastis dibandingkan dengan Kuartal II 2025 yang mencatatkan defisit sebesar US$2,7 miliar (0,8 persen dari PDB).

Surplus NTB ini merupakan yang pertama sejak Kuartal I 2023 dan merupakan yang terbesar sejak Kuartal III 2022, sekaligus menjadi katalis utama penguatan nilai tukar Rupiah.

Surplus NTB didorong oleh beberapa faktor kunci yang menunjukkan resiliensi ekspor non-migas Indonesia:

Peningkatan Surplus Non-Migas: Peningkatan utama pada surplus neraca perdagangan didukung oleh kenaikan ekspor non-migas yang kuat.

Defisit Jasa Menyusut: Defisit neraca jasa menyempit, terutama didorong oleh peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Tantangan Migas: Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas justru meningkat akibat kenaikan harga minyak global.

Meskipun NTB mencatat surplus, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada Kuartal III 2025 tercatat defisit sebesar US$6,4 miliar.

Defisit NPI ini dipengaruhi oleh transaksi modal dan finansial yang juga mencatatkan defisit sebesar US$8,1 miliar. Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia per September 2025 tercatat stabil di angka US$148,7 miliar.

Data surplus NTB yang diumumkan BI segera memberikan support positif bagi mata uang domestik. Pada pembukaan perdagangan hari Jumat (21/11/2025) di Jakarta, nilai tukar Rupiah bergerak menguat 5 poin atau 0,03 persen, mencapai posisi Rp16.731 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp16.736 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa Rupiah menguat berkat surplus NTB yang besar.

“Data yang menunjukkan surplus besar (surplus pertama dalam 10 kuartal) pada neraca transaksi berjalan Indonesia kemarin masih mendukung rupiah,” ungkap Lukman.

Potensi penguatan Rupiah ini juga dipengaruhi oleh pelemahan Dolar AS yang disebabkan oleh rentetan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang beragam. Data tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi pasar global.

Salah satu data yang disorot adalah penambahan 119 ribu lapangan kerja pada bulan September di AS, yang jauh melampaui ekspektasi pasar.

Pertumbuhan lapangan kerja tersebut terutama didorong oleh sektor perawatan kesehatan (43 ribu), bantuan sosial (14 ribu), serta bar dan restoran (37 ribu).

Namun, tidak semua sektor mencatatkan hasil positif. Sektor transportasi dan pergudangan kehilangan 25 ribu pekerjaan, sementara sektor jasa profesional dan komersial melaporkan penurunan 20 ribu, didorong penurunan bantuan sementara 16 ribu.

Berdasarkan faktor fundamental domestik yang kuat (Surplus NTB) dan pelemahan Dolar AS, Rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masuk Zona Hijau Lawan Dolar Amerika, Terangkat Sentimen Ini

Rupiah Masuk Zona Hijau Lawan Dolar Amerika, Terangkat Sentimen Ini

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 09:45 WIB

Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan

Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 16:39 WIB

Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika

Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 09:49 WIB

Terkini

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:58 WIB

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:55 WIB

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:56 WIB

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:40 WIB

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:12 WIB