Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

BJA Group Telah Ekspor 530 Ribu Ton Bahan Baku EBT Biomassa Senilai USD 74,12 Juta

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 24 November 2025 | 16:20 WIB
BJA Group Telah Ekspor 530 Ribu Ton Bahan Baku EBT Biomassa Senilai USD 74,12 Juta
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • BJA Group mengekspor 530.461 ton wood pellet senilai USD 74,12 juta hingga 18 November 2025.
  • Perusahaan mempekerjakan 1.501 orang, mayoritas 84,5 persen merupakan masyarakat lokal di Gorontalo.
  • Komitmen keberlanjutan diwujudkan dengan menanam 20 juta pohon gamal untuk energi bebas deforestasi.

Suara.com - BJA Group melaporkan kinerja ekspor wood pellet ke berbagai negara. Hingga 18 November 2025, perusahaan berhasil mengekspor 530.461 ton wood pellet dengan nilai mencapai USD 74,12 juta.

Wood pellet merupakan salah satu bahan baku untuk menciptakan energi baru dan terbarukan (EBT) Biomassa.

Direktur BJA Group, Zunaidi, menegaskan pencapaian tersebut tidak lepas dari dedikasi para karyawan dan dukungan masyarakat serta pemerintah.

"Saya yakin, BJA Group dengan dukungan pemerintah dan juga dukungan dari masyarakat tidak ada yang mustahil yang akan dapat dicapai," ujarnya di Jakarta, Senin (25/11/2025).

Ilustrasi Pohon Gamal sebagai bahan baku untuk pembentukan energi baru dan terbarukan biomassa. [Dok BJA Group].
Ilustrasi Pohon Gamal sebagai bahan baku untuk pembentukan energi baru dan terbarukan biomassa. [Dok BJA Group].

Saat ini, BJA Group mempekerjakan 1.501 orang, termasuk tenaga kerja bongkar muat, dan 84,5 persen di antaranya merupakan mayarakat lokal Gorontalo.

"Karyawan bukan sekadar bagian dari perusahaan. Merekalah fondasi yang membuat BJA Group mampu tumbuh dan berkontribusi bagi daerah," katanya.

Meningkatnya ekspor wood pellet juga sejalan dengan penguatan praktik keberlanjutan. Zunaidi menegaskan, seluruh produksi BJA Group dilakukan tanpa merusak hutan.

'Komitmen kami terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui penanaman 20 juta pohon gamal dalam rangka pembangunan industri energi terbarukan yang bebas deforestasi. Ini sejalan dengan program Pemerintah untuk energi terbarukan. Apa yang kami tanam hari ini untuk menghijaukan masa depan," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan melakukan reforestasi pada lahan yang telah dipersiapkan, menanaminya kembali dengan tanaman energi seperti gamal di atas lahan sekitar 4.000 hektare.

"Kami akan tetap konsisten menjalankan praktik biomassa yang legal, lestari, dan terverifikasi. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran BJA Group memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Gorontalo, mulai dari lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi lokal, hingga restorasi lingkungan melalui reforestasi pohon energi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Bahan Baku dan Pembentukan Energi Terbarukan Biomassa, Apa Merusak Lingkungan?

Intip Bahan Baku dan Pembentukan Energi Terbarukan Biomassa, Apa Merusak Lingkungan?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 18:01 WIB

Indonesia akan Ekspor Sarung Tangan Medis dengan Potensi Investasi Rp 200 Miliar

Indonesia akan Ekspor Sarung Tangan Medis dengan Potensi Investasi Rp 200 Miliar

Bisnis | Sabtu, 22 November 2025 | 17:47 WIB

Alasan Menkeu Purbaya Ngotot Gali Pajak dari Ekspor Emas

Alasan Menkeu Purbaya Ngotot Gali Pajak dari Ekspor Emas

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 09:15 WIB

Terkini

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:59 WIB

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:53 WIB

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:49 WIB

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:34 WIB

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23 WIB

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:18 WIB

Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat

Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:02 WIB