Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Anggaran Kementerian PKP Melimpah, Sederet Program Rumah Murah untuk 2026

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 27 November 2025 | 12:41 WIB
Anggaran Kementerian PKP Melimpah, Sederet Program Rumah Murah untuk 2026
Penyerahan rumah yang telah direnovasi dalam program 3 juta rumah. [Dok LPCK].
  • Anggaran Kementerian PKP tahun 2026 naik dua kali lipat berkat dukungan Presiden Prabowo dan DPR.
  • Program bedah rumah melonjak dari 45 ribu menjadi 400 ribu unit, ditambah 350 ribu rumah subsidi baru.
  • Pemerintah akan membangun rusun berbasis aset negara dan membebaskan biaya administrasi (BPHTB dan PBG) bagi MBR.

Suara.com - Anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dipastikan melonjak signifikan pada tahun 2026. Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut dukungan Presiden Prabowo Subianto dan legislator membuat alokasi anggaran tahun depan naik hingga dua kali lipat.

"Yang pertama, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Pak Menko, Menteri Keuangan, dan juga teman-teman DPR, dukungannya luar biasa. Tahun depan itu, anggaran Kementerian kami naik 100 persen," ujar Maruarar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, yang dikutip Kamis (27/11/2025).

Maruarar menyebut program bedah rumah menjadi salah satu sektor yang mengalami lonjakan anggaran paling besar. Dari 45 ribu unit pada tahun ini, jumlahnya naik drastis menjadi 400 ribu unit pada tahun depan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usul bikin rumah subsidi diperkecil. (Suara.com/Novian)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usul bikin rumah subsidi diperkecil. (Suara.com/Novian)

"Artinya dibedah ini dari tidak layak huni, jadi layak huni. Ini membuktikan Bapak Prabowo, sebagai Presiden, sangat memperhatikan rumah rakyat yang tidak layak huni. Dari 45 ribu menjadi 400 ribu itu mungkin sekitar 8 kali lipat jumlahnya," ucapnya.

Selain bedah rumah, pemerintah juga akan membangun 350 ribu rumah subsidi yang diklaim Maruarar sebagai jumlah terbesar sepanjang sejarah. 

"Kemudian untuk rumah subsidi, juga tahun ini paling besar sepanjang sejarah, 350 ribu," ucapnya.

Maruarar mengatakan berbagai biaya administrasi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) juga akan digratiskan.

"BPHTB dan PBG buat MBR itu digratiskan. Ini juga pertama kali ya, BPHTB dan PBG digratiskan. Ini kabar baik yang sangat luar biasa," tuturnya.

Rusun Berbasis Aset Negara

Ia menjelaskan skema rumah susun berbasis aset negara juga mulai disiapkan untuk tahun depan. Pemerintah akan memanfaatkan lahan milik negara di kota-kota besar untuk pembangunan rusun yang nantinya disewakan kepada masyarakat.

"Kita akan buat banyak di tahun depan, di beberapa kota-kota besar. Polanya adalah tetap milik negara, tetapi nanti disewakan. Sehingga nanti rakyat bisa menikmati," imbuhnya.

Maruarar mencontohkan lahan negara di Denpasar, yang akan kembali dimanfaatkan setelah digunakan untuk rusun ASN. Ia menegaskan alokasi rusun ke depan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga untuk MBR.

"ASN-nya kita urus, tapi rakyatnya juga kita urus,"katanya.

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi besar karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif. Satu unit rumah subsidi bisa menyerap 4–5 pekerja.

"Kalau 5 orang, 350 ribu kali 5, 1.650.000 orang yang bisa bekerja. Belum lagi warung makan, pasar, hingga toko material yang ikut hidup," ungkapnya.

Renovasi Rumah di Kota

Maruarar juga menyoroti pentingnya renovasi rumah tidak layak huni di daerah perkotaan. Ia menyebut beberapa wilayah di Jakarta seperti Johar Baru dan Menteng telah mulai dikerjakan melalui skema gotong royong tanpa APBN.

"Kita sekarang sedang merenovasi rumah tidak layak huni di Johar Baru, sekitar 700 sedang berjalan, sudah jadi sekitar 140. Kita juga sudah masuk ke Kelurahan Menteng mulai memperbaiki di sana," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Menteri Maruarar Sirait Minta SLIK OJK Dihapus atau Pemutihan Pinjol

Alasan Menteri Maruarar Sirait Minta SLIK OJK Dihapus atau Pemutihan Pinjol

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 18:39 WIB

Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman

Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 13:57 WIB

LIppo Group Genjot Penyedian Hunian 3 Juta Rumah Lewat Renovasi 1.500 Hunian di Malang

LIppo Group Genjot Penyedian Hunian 3 Juta Rumah Lewat Renovasi 1.500 Hunian di Malang

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 11:38 WIB

Terkini

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB

Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah

Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:54 WIB

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:41 WIB

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:45 WIB