Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Achmad Fauzi

Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
ilustrasi transmisi listrik . [ANTARA]
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal di Sumatra pada Mei 2026 diduga disebabkan oleh angin kencang yang merusak sambungan kabel transmisi.
  • Tekanan mekanis dan osilasi kabel akibat angin kencang menyebabkan titik sambungan menjadi area kritis saat sistem beroperasi.
  • Gangguan tersebut memicu sistem proteksi otomatis yang menyebabkan pembangkit listrik terlepas secara berantai dan memperluas skala pemadaman.

Suara.com - Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatra membuka mata publik bahwa gangguan pada sistem kelistrikan tidak selalu disebabkan oleh kerusakan peralatan atau cuaca ekstrem yang terlihat dari permukaan tanah.

Angin kencang di area jaringan transmisi ternyata dapat menjadi pemicu gangguan serius hingga menyebabkan listrik padam dalam skala luas.

Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Darwanto menilai faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa blackout Sumatra. Dugaan tersebut menguat karena titik kerusakan berada pada area sambungan kabel transmisi atau mid span jointing.

"Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini," ujarnya seperti dikutip Jumat (29/5/2026).

Listrik padam massal. [Suara.com / M. Aribowo]
Listrik padam massal. [Suara.com / M. Aribowo]

Sebelumnya, hasil investigasi awal yang dilakukan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN mengungkap tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi. Ketiga faktor tersebut meliputi stress thermal akibat cuaca, masalah pada area sambungan kabel, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.

Menurut Djoko, banyak masyarakat menilai kondisi cuaca hanya berdasarkan situasi yang dirasakan di permukaan tanah. Padahal, kondisi di ketinggian tempat kabel transmisi berada bisa sangat berbeda.

"Di bawah mungkin terasa tidak ekstrem, tetapi di area konduktor, angin bisa cukup kuat untuk menyebabkan kabel bergerak dan saling menarik. Kondisi itu dapat memunculkan tekanan berulang pada kabel," katanya.

Ia menjelaskan, terpaan angin yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu osilasi atau pergerakan kabel.

Dalam jangka waktu tertentu, kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan pada area sambungan kabel, terutama saat sistem sedang menanggung beban tinggi.

baca juga

Titik yang mengalami kerusakan diketahui berada pada area mid span jointing, yakni sambungan yang menghubungkan dua konduktor pada bentangan kabel transmisi. Menurut Djoko, area tersebut memang menjadi salah satu titik paling kritis dalam sistem transmisi listrik.

"Pada area sambungan, distribusi tekanannya berbeda dibanding bagian kabel utuh. Karena itu area ini menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi," katanya.

Djoko juga menilai hasil inspeksi thermal yang sebelumnya menunjukkan kondisi jaringan masih normal tidak serta merta menutup kemungkinan terjadinya gangguan.

Pasalnya, kombinasi faktor cuaca, getaran, dan tekanan mekanis tidak selalu meninggalkan indikasi awal yang mudah terdeteksi, termasuk melalui inspeksi thermal menggunakan drone.

“Kalau sebelumnya hasil drone thermal menunjukkan normal, itu masih sangat mungkin terjadi. Ada kondisi tertentu yang baru muncul ketika sistem sedang menerima tekanan saat operasi berlangsung,” katanya.

Dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatra, gangguan pada satu jalur transmisi strategis dapat berkembang sangat cepat menjadi pemadaman luas. Saat frekuensi jaringan mengalami penurunan drastis, sistem proteksi akan bekerja secara otomatis untuk melindungi pembangkit dan jaringan listrik.

Akibatnya, pembangkit dapat terlepas dari sistem secara berantai sehingga memperluas dampak gangguan. :Begitu frekuensi terganggu, proteksi bekerja otomatis dan pembangkit bisa trip berantai," ujarnya.

Menurut Djoko, mekanisme tersebut merupakan standar yang diterapkan dalam sistem ketenagalistrikan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar pada jaringan maupun pembangkit listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:23 WIB

Terkini

Beda IHSG, Rupiah Justru Perkasa ke Level Rp18.137

Beda IHSG, Rupiah Justru Perkasa ke Level Rp18.137

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:55 WIB

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×