Bankir Ramal Sektor Pertambangan Bakal Cuan Tahun 2026

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 27 November 2025 | 13:04 WIB
Bankir Ramal Sektor Pertambangan Bakal Cuan Tahun 2026
Ilustrasi bongkahan emas. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Industri pertambangan diprediksi menguntungkan, terutama aluminium sebagai solusi pengganti produk utama di masa depan.
  • Mike Zhang dari DBS menyatakan sektor aluminium Indonesia memiliki profit margin tinggi dan potensi bisnis sepuluh kali lipat nikel.
  • Komoditas emas diproyeksikan berkinerja terbaik, didukung peningkatan tren investasi untuk logam mulia tersebut.

Suara.com - Industri hasil pertambangan menjadi salah satu sektor andalan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, ada beberapa segmen produk pertambangan, seperti tembaga, emas, aluminium dan batu bara bakal menguntungkan di tahun depan

Managing Director, Global Head of Metals and Mining DBS Bank, Mike Zhang menyatakan aluminium bisa menjadi solusi pengganti dari produk mainstream pertambangan saat ini.

Apalagi, dari segi ukuran bisnis, segmen aluminium 10 kali lipat lebih besar ketimbang segmen nikel. Ini menjadikannya potensi baru untuk dikembangkan Indonesia ke depan.

"Saya percaya, ini akan menjadi sektor utama bagi Indonesia untuk berkembang. Dari segi ukuran bisnis, termasuk pertambangan bauksit, aluminium refinery, dan aluminium smelting, secara keseluruhan sekitar 10 kali lebih besar dari nikel," ujarnya dalam media briefing DBS Metal and Mining Forum 2025 di Jakarta, seperti dikutip Kamis (27/11/2025).

Bank DBS
Bank DBS

Menurut dia, sektor pertambangan aluminium Indonesia mencetak profit margin hampir 100 persen. Untuk tahun ini meskipun mengalami sedikit penurunan, sektor aluminium di Indonesia masih bisa menghasilkan profit.

“Untuk alumina, kekurangan besar akibat Liberation Day di AS. Tapi, kemudian kembali, sekarang lebih dari USD 200 atau tepatnya USD235 per ton. Jadi, ini permintaan yang kuat,”bebernya. 

Dia pun juga menambahkan komoditas mineral logam seperti emas juga sangat menguntungkan di masa depan. Hal ini didukung oleh perkembangan tren investasi untuk komoditas emas yang semakin banyak, salah satunya terjadi di Indonesia.

Apalagi,  perusahaan memproyeksikan belanja modal (capex) industri pertambangan mencapai USD 3,5 triliun dalam 10 tahun ke depan.

"Emas merupakan logam dengan kinerja terbaik dan yang paling menguntungkan," imbuhnya. 

baca juga

Selain aluminium dan emas yang memiliki proyeksi bagus, ada beberapa komoditas yang menguntungkan. Diantaranya adalah tembaga, timah, kobalt, dan bijih besi juga diproyeksi memiliki kinerja bagus. 

"Ada banyak proyek besar terutama bijih besi di Afrika yang diinvestasikan oleh perusahaan China," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Tanggapi Bandara IMIP, Bahlil: Ada Kementerian Teknis!

Ogah Tanggapi Bandara IMIP, Bahlil: Ada Kementerian Teknis!

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 10:58 WIB

Emas Antam Masih Mahal Hari Ini, Harganya Rp 2.387.000 per Gram

Emas Antam Masih Mahal Hari Ini, Harganya Rp 2.387.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 10:05 WIB

Harga Emas Kompak Naik! Cek Rincian Terbaru Logam Mulia di Pegadaian Hari Ini

Harga Emas Kompak Naik! Cek Rincian Terbaru Logam Mulia di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 07:47 WIB

Terkini

Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung

Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru

Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Batam | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:45 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:20 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×