Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 12:46 WIB
Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?
PT GTS Internasional Tbk
  • Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mengalami lonjakan signifikan pada Selasa (2/12/2025) dan Rabu (3/12/2025).
  • Kinerja keuangan GTSI menunjukkan peningkatan laba bersih 35,86% menjadi US$3,75 juta dan pendapatan naik 11,32% menjadi US$17 juta.
  • GTSI berencana ekspansi dengan proyek regasifikasi US$175 juta dan penambahan armada LNG senilai sekitar Rp1,2 triliun.

Suara.com - Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatatkan lonjakan harga yang diduga tidak hanya sentimen pasar, tetapi juga oleh perbaikan fundamental perusahaan serta optimisme terhadap rencana ekspansi strategis di sektor logistik gas.

Saham GTSI ditutup menguat 6,15% ke level Rp190 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (2/12/2025). Kenaikan ini melanjutkan rally kuat dari hari sebelumnya, yang mana saham sudah ditutup melonjak 28,78% ke level Rp179.

Secara kumulatif, dalam dua hari perdagangan, saham GTSI telah mencatat kenaikan sekitar 35,71%.

Aktivitas perdagangan saham GTSI terpantau sangat tinggi. Tercatat sebanyak 1,5 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp296,4 miliar.

Volume transaksi yang besar ini menempatkan GTSI sebagai salah satu saham dengan aktivitas terpadat pada sesi perdagangan tersebut.

Sementara, saat artikel ini ditulis, harga saham GTSI berada di angka 193. Naik lebih dari 11% jika dibandingkan pembukaan pasar sesi 1 pada Rabu (3/12/2025),.

Kinerja keuangan GTSI menunjukkan tren yang sangat positif, memperkuat alasan di balik rally harga:

Pertumbuhan Laba Bersih: Laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$3,75 juta, melonjak 35,86% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi US$0,00024, naik dari US$0,00017.

Peningkatan Pendapatan: Pendapatan perusahaan mencapai US$17 juta, meningkat 11,32%. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat, laba kotor berhasil naik menjadi US$5,77 juta.

Selain itu, struktur keuangan GTSI didukung oleh peningkatan pendapatan keuangan sebesar US$920,65 ribu dan kontribusi laba dari entitas asosiasi yang berubah dari kondisi negatif menjadi positif, yakni di angka US$728,99 ribu.

Optimisme pasar juga didorong oleh rencana ambisius GTSI dalam pengembangan bisnis, yang fokus pada penguatan rantai pasok gas dan armada logistik:

Proyek Regasifikasi: Perusahaan tengah menjalankan proyek regasifikasi senilai US$175 juta yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Penambahan Armada LNG: GTSI telah menjadwalkan kedatangan kapal Liquefied Natural Gas (LNG) baru dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun.

Penambahan armada ini akan memperkuat kapasitas logistik gas perusahaan, dengan rencana penambahan armada lanjutan yang telah diagendakan pada tahun 2025 dan 2026.

Rencana pembiayaan yang dialokasikan untuk mempercepat ekspansi armada ini dianggap sebagai langkah strategis yang akan menjamin pertumbuhan pendapatan GTSI di masa depan, menjadikannya prospek menarik bagi investor jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:18 WIB

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:50 WIB

Poin-poin Utama Kasus Dana Nasabah Mirae Asset Rp71 Miliar 'Hilang'

Poin-poin Utama Kasus Dana Nasabah Mirae Asset Rp71 Miliar 'Hilang'

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 21:09 WIB

Terkini

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:58 WIB