Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 03 Desember 2025 | 14:02 WIB
Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa penugasan untuk menambah 30 gerbong atau rangkaian kereta ini akan mengoptimalkan peran industri dalam negeri, khususnya dalam rantai pasok komponen. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • PMI Manufaktur Indonesia November 2025 mencapai 53,3, menunjukkan ekspansi kuat didorong permintaan domestik.
  • Kenaikan pesanan baru domestik mendorong peningkatan output dan stok barang jadi oleh produsen.
  • Menteri Perindustrian menyatakan permintaan domestik menjadi jangkar pertumbuhan di tengah perlambatan ekspor.

Suara.com - Aktivitas manufaktur Indonesia mencatat penguatan menjelang akhir 2025. Laporan S&P Global menunjukkan indeks manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pada November tercatat 53,3, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya.

Angka ini menjadi level tertinggi sejak Februari, menandakan kondisi operasional industri berada dalam fase ekspansi yang semakin solid.

Kenaikan PMI tersebut menggambarkan meningkatnya permintaan dalam negeri, yang dinilai menjadi pendorong utama pergerakan industri dalam beberapa bulan terakhir. 

ilustrasi buruh pabrik (freepik/usertrmk)
ilustrasi buruh pabrik (freepik/usertrmk)

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut survei PMI bukan rujukan kebijakan utama, namun tetap memberikan gambaran penting mengenai dinamika pelaku usaha. 

"Meskipun hasil survey PMI bukan dasar kami dalam menentukan kebijakan. Kita tetap mengacu pada IKI, karena indikator tersebut merekam dinamika subsektor, mengaitkan data dengan struktur industri, dan memetakan sentimen pelaku usaha dengan lebih presisi," ujar Agus di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Untuk diketahui, S&P Global mencatat peningkatan PMI terutama didorong oleh lonjakan pesanan baru yang mencapai titik tertinggi dalam 27 bulan terakhir.

Sebagian besar responden menyebut kenaikan jumlah pelanggan domestik sebagai faktor utama, sementara permintaan ekspor justru tercatat menyusut lebih tajam dibanding bulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut mendorong produsen meningkatkan kembali output setelah periode stagnasi yang berlangsung beberapa bulan. Peningkatan produksi turut diikuti bertambahnya stok barang jadi sebagai langkah antisipasi terhadap permintaan lanjutan dari pasar domestik.

Di sisi tenaga kerja, perusahaan melaporkan adanya akumulasi pekerjaan yang signifikan, tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir. Kondisi ini membuat sebagian industri menambah jumlah pekerja meskipun kecepatannya tidak setinggi bulan sebelumnya. 

baca juga

Aktivitas pembelian bahan baku juga meningkat seiring upaya menjaga kesiapan rantai pasok.

Agus menilai tren ini menunjukkan pergeseran kekuatan permintaan yang kembali bertumpu pada pasar domestik. 

"Di tengah perlambatan beberapa pasar ekspor utama, permintaan domestik kembali menjadi jangkar pertumbuhan. Industri kita bergerak adaptif, melakukan penyesuaian kapasitas agar tetap menjaga momentum," imbuh Agus.

Agus menyatakan akan terus memperkuat struktur industri melalui peningkatan efisiensi proses, integrasi rantai pasok berbasis bahan baku lokal, serta penyediaan tenaga kerja terampil. 

Berbagai inisiatif diarahkan pada peningkatan kompetensi, inovasi proses, dan transformasi menuju manufaktur hijau agar daya saing industri terjaga secara berkelanjutan.

Dalam laporan yang sama, PMI manufaktur Asia Tenggara naik dari 52,7 pada Oktober menjadi 53,0 pada November 2025. Indonesia berada di zona ekspansif bersama Thailand (56,8), Vietnam (53,8), Myanmar (51,4), dan Malaysia (50,1), sementara Filipina berada pada zona kontraksi (47,4). 

Di luar kawasan, beberapa negara besar juga mencatat ekspansi seperti India (59,2), Amerika Serikat (52,5), Australia (51,6), dan China (50,6).

Kemenperin akan terus memantau perkembangan berbagai indikator industri sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. 

“Kami yakin sektor manufaktur tetap menjadi andalan perekonomian nasional. Prioritas kami menjaga iklim usaha yang sehat, mendorong nilai tambah, dan mengawal transformasi industri yang berkelanjutan,” pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 20:59 WIB

Pegadaian Torehkan Sejarah, Menjadi Juara Dunia PMO Global Awards 2025

Pegadaian Torehkan Sejarah, Menjadi Juara Dunia PMO Global Awards 2025

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 18:12 WIB

Nilai Tambah Industri Pengolahan RI Peringkat 1 ASEAN Kalahkan Thailand

Nilai Tambah Industri Pengolahan RI Peringkat 1 ASEAN Kalahkan Thailand

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:20 WIB

Terkini

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

Peringatkan! Suhu Bumi Lampaui Batas Ambang Kritis, Sangat Rawan Bencana

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:44 WIB

Self-Love atau Egois? Ini Garis Tipis yang Sering Bikin Kita Salah Paham

Self-Love atau Egois? Ini Garis Tipis yang Sering Bikin Kita Salah Paham

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:44 WIB

Teman Nonton Bukan Sekadar Popcorn, Ada Camilan Renyah dengan Tiga Bentuk Sekaligus!

Teman Nonton Bukan Sekadar Popcorn, Ada Camilan Renyah dengan Tiga Bentuk Sekaligus!

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 16:41 WIB

Ranking FIFA Indonesia Sudah Naik 31 Tingkat, FIFA ASEAN Cup 2026 Ujian Menuju 100 Besar

Ranking FIFA Indonesia Sudah Naik 31 Tingkat, FIFA ASEAN Cup 2026 Ujian Menuju 100 Besar

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 16:33 WIB

Nana, Kim Dan, dan Jung Gun Joo Dipastikan Bintangi Serial Netflix Materesa

Nana, Kim Dan, dan Jung Gun Joo Dipastikan Bintangi Serial Netflix Materesa

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:30 WIB

Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu

Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:28 WIB

Bukan Sekadar Hemat Listrik, Teknologi Cerdas Menjaga Keselamatan Pasien di RS Telogorejo

Bukan Sekadar Hemat Listrik, Teknologi Cerdas Menjaga Keselamatan Pasien di RS Telogorejo

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:27 WIB

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS Respons Atas Tragedi Pernikahan Kuhestak

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS Respons Atas Tragedi Pernikahan Kuhestak

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:27 WIB

Tak Lagi Jual Basah, Lampung Kini Bidik Cuan Berlipat via Hilirisasi Jagung

Tak Lagi Jual Basah, Lampung Kini Bidik Cuan Berlipat via Hilirisasi Jagung

Lampung | Rabu, 02 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Kulkas dengan Dispenser Air dan Pembuat Es, Mulai Rp3 Jutaan

3 Rekomendasi Kulkas dengan Dispenser Air dan Pembuat Es, Mulai Rp3 Jutaan

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 16:26 WIB

×