PLTN Ditargetkan Beroperasi 2032, Aturan tentang Badan Operasional Tinggal Tunggu Persetujuan

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 04 Desember 2025 | 19:40 WIB
PLTN Ditargetkan Beroperasi 2032, Aturan tentang Badan Operasional Tinggal Tunggu Persetujuan
Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, Haendra Subekti berbicara soal rencana pengoperasian PLTN pada Kamis (4/12/2025) di Jakarta. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Indonesia menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN mulai beroperasi pada tahun 2032 sebagai bagian strategi Net Zero Emission.
  • Regulasi teknis pembangunan meliputi penyusunan Perpres tentang pembentukan Badan Pelaksana Pembangunan dan Pengoperasian PLTN (NEPIO).
  • Setelah Perpres NEPIO ditandatangani, lokasi tapak harus ditentukan dalam enam bulan, diikuti konstruksi satu tahun kemudian.

Suara.com - Pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN ditargetkan akan mulai beroperasi di Indonesia pada 2032. Sejumlah regulasi terkait teknis pelaksanaan pembangunannya dalam proses penyusunan.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten mengungkap sejumlah perkembangannya, salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembentukan Badan Pelaksana Pembangunan dan Pengoperasian PLTN atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO).

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, Haendra Subekti mengatakan draf Perpres itu telah disebar ke sejumlah lembaga/kementerian, termasuk Bapeten.

"Ini sedang dalam proses paraf di kementerian dan lembaga. Baru pekan ini disebar atau didistribusikan ke kementerian termasuk Bapeten," kata Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, Haendra Subekti kepada wartawan di Kantor Bapeten, Jakarta pada Kamis (4/12/2025).

Di Bapeten, kata Haendra, prosesnya akan selesai pada Senin (8/12/2025) pekan depan, sebab Kepala Bapeten Sugeng Sumbarjo sedang berada di luar negeri.

"Insyaallah, nanti Senin mau paraf, karena Pak Kepala lagi di luar negeri," kata Haendra.

Untuk diketahui pembentukan Badan Pelaksana Pembangunan dan Pengoperasian PLTN atau NEPIO merupakan salah satu persyaratan bagi setiap negara yang akan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Setelah perpres pembentukan NEPIO diteken presiden, tahap selanjutnya adalah penentuan lokasi tapak. Hendra menjelaskan sebagaimana termuat dalam perpres, penentuan tapak harus sudah dilakukan enam bulan setelah perpres ditandatangani.

Berikutnya setahun setelah tapak ditentukan, sudah harus dimulai tahapan konstruksi, termasuk perizinannya. Hendra pun menyebut bahwa target pengoperasian PLTN di Indonesia tetap akan dimulai pada 2032. Sebab target itu termuat dalam perpres pembentukan NEPIO.

baca juga

"Sehingga menurut saya sudah kecil kemungkinan berubah. Jadi sehingga NEPIO tadi berfungsi bagaimana mengakselerasi program PLTN ini, khususnya yang pertama tadi in-time sesuai dengan target itu," kata Haendra.

Sebagaimana diketahui, pemanfaatan energi nuklir menjadi bagian dari strategi menuju target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot mengatakan pengembangan energi nuklir di Indonesia telah dimulai sejak sejak 1960-an, ditandai dengan pembangunan tiga reaktor riset, yaitu Reaktor Triga di Bandung (2 MW), Reaktor Kartini di Yogyakarta (100 kW), dan Reaktor Serpong di Tangerang Selatan (30 MW).

Adapun dasar hukum pengembangan energi nuklir merujuk pada UU Nomor 10 Tahun 1967 tentang Ketenaganukliran, RPJPN 2025–2045, serta PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harap Sabar, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Baru Bisa Dirasakan 2032

Harap Sabar, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Baru Bisa Dirasakan 2032

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 17:12 WIB

Skandal Terlupakan? Sepatu Kets asal Banten Terpapar Radioaktif Jauh Sebelum Kasus Udang Mencuat

Skandal Terlupakan? Sepatu Kets asal Banten Terpapar Radioaktif Jauh Sebelum Kasus Udang Mencuat

News | Senin, 10 November 2025 | 21:02 WIB

Pengobatan Kanker dengan Teknologi Nuklir, Benarkah Lebih Aman dari Kemoterapi?

Pengobatan Kanker dengan Teknologi Nuklir, Benarkah Lebih Aman dari Kemoterapi?

Health | Senin, 10 November 2025 | 10:05 WIB

Menuju Nol Emisi 2060, Pemerintah Masukkan PLTN ke Rencana Strategis Energi Nasional

Menuju Nol Emisi 2060, Pemerintah Masukkan PLTN ke Rencana Strategis Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:21 WIB

ESDM: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bukan Harga Mati untuk Transisi Energi

ESDM: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bukan Harga Mati untuk Transisi Energi

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:23 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×