Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 08 Desember 2025 | 16:34 WIB
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini
Rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.697 per dolar AS, turun 0,29% dibanding penutupan Jumat sebelumnya di Rp16.653 per dolar AS. Foto Antara.
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.697 per dolar AS.
  • Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang terburuk di Asia.
  • Tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat. 

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin (8/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.697 per dolar AS, turun 0,29% dibanding penutupan Jumat sebelumnya di Rp16.653 per dolar AS.

Sementara kurs Jisdor Bank Indonesia menunjukkan level Rp16.688 per dolar AS.

Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang terburuk di Asia pada perdagangan hari ini. Padahal sebagian besar mata uang kawasan justru mencatatkan penguatan. Won Korea Selatan naik 0,38%, yen Jepang menguat 0,03%, dan dolar

Taiwan terapresiasi 0,18%. Mata uang regional lainnya seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, yuan China, dolar Hong Kong, hingga baht Thailand juga bergerak naik antara 0,01%–0,19%. Hanya peso Filipina yang ikut melemah, namun tipis, yakni 0,02%.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Ia menilai kombinasi faktor global dan domestik masih membayangi stabilitas mata uang Garuda.

“Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran berkelanjutan pada prospek pemangkasan suku bunga oleh BI,” ujarnya.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia membuat yield aset rupiah berpotensi kurang menarik bagi investor asing, sehingga menambah tekanan jual pada mata uang domestik.

Tekanan terhadap rupiah juga diperburuk oleh indikator permintaan domestik yang menunjukkan perlambatan. Data terbaru menunjukkan penjualan sepeda motor tumbuh di bawah perkiraan, mencerminkan konsumsi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

Dengan tekanan eksternal yang masih kuat dan sentimen internal yang melemah, pasar valas diperkirakan akan tetap volatil. Investor kini menunggu langkah dan komunikasi lanjutan dari Bank Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika global yang kian menantang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lesu di Asia Senin Pagi, Tembus Level Rp 16.676

Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lesu di Asia Senin Pagi, Tembus Level Rp 16.676

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 10:07 WIB

Cadangan Devisa Meningkat, Bikin Rupiah Kembali Bangkit Lawan Dolar Amerika

Cadangan Devisa Meningkat, Bikin Rupiah Kembali Bangkit Lawan Dolar Amerika

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:41 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:40 WIB

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan

BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 22:40 WIB

Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom

Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 22:10 WIB

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali

Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 21:55 WIB

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:59 WIB

RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:59 WIB

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:52 WIB

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:45 WIB

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:42 WIB

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:32 WIB

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB