Konflik China-Jepang Mengeras, Indonesia Terimbas Risiko Ekonomi Asia Timur

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Desember 2025 | 11:11 WIB
Konflik China-Jepang Mengeras, Indonesia Terimbas Risiko Ekonomi Asia Timur
Ilustrasi. Meningkatnya eskalasi antara Jepang dan China yang kini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi kawasan, termasuk Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ketegangan China–Jepang ancam jalur dagang vital Indonesia.
  • Konflik Asia Timur berisiko guncang rantai pasok RI.
  • Indonesia perlu netral dan lindungi ekonomi nasional.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Asia Timur kembali memanas setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut kemungkinan serangan Republik Rakyat China (RRC) ke Taiwan sebagai ancaman langsung bagi Jepang.

Pernyataan itu dibalas agresif oleh Beijing, memicu eskalasi yang kini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi kawasan, termasuk Indonesia.

China menolak langkah Jepang meredakan situasi, justru memperluas tekanan melalui larangan wisata ke Jepang, penghentian impor makanan laut, serta manuver militer intensif di sekitar Kepulauan Senkaku. Ketegangan meningkat drastis ketika pesawat tempur China mengunci radar penembakan ke pesawat Jepang di dekat Okinawa—tanda bahaya eskalasi yang lebih serius.

Indonesia berada dekat dengan jalur maritim Asia Timur rute vital bagi perdagangan energi, elektronik, otomotif, hingga logistik nasional. Penguatan rivalitas China–Jepang membuat risiko gangguan rantai pasok meningkat tajam.

Laksamana Pertama TNI Oka Wirayudhatama, Waasintel TNI, menegaskan bahwa ketegangan ini adalah refleksi perubahan keseimbangan kekuatan di Asia Timur yang berpengaruh langsung terhadap ekonomi Indonesia.

“Indonesia masih memiliki ketergantungan besar pada perdagangan dengan China dan Jepang, termasuk Taiwan. Gangguan jalur pelayaran Asia Timur akan memukul rantai energi dan industri nasional,” ujar Laksma Oka dalam Diskusi Panel “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo Pasifik,” yang digelar Universitas Pertahanan RI dan Forum Sinologi Indonesia di Jakarta, 8 Desember 2025.

Ia menekankan pentingnya melindungi rantai pasok nasional serta menyiapkan mitigasi perdagangan jika konflik meningkat. “Saling ketergantungan adalah salah satu faktor pencegah perang. Indonesia dan ASEAN perlu memperkuat itu,” tambahnya.

Meningkatnya eskalasi Jepang dan China kini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi kawasan, termasuk Indonesia. Foto ist.
Meningkatnya eskalasi Jepang dan China kini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi kawasan, termasuk Indonesia. Foto ist.

Oka menegaskan bahwa Taiwan adalah simpul vital ekonomi global. “Industri semikonduktor Taiwan memiliki kualitas yang lebih baik dari China dan negara lain,” jelasnya. Setiap gangguan pada Taiwan otomatis menggoyang jaringan produksi elektronik dunia sektor yang sangat bergantung pada Indonesia.

Secara geopolitik, Taiwan berada di “first island chain” yang menjadi benteng awal pertahanan China. Karena itu, Beijing menganggap isu Taiwan sebagai persoalan eksistensial.

baca juga

Dekan FSP Unhan RI Mayjen TNI Oktaheroe Ramsi menilai ketegangan China–Jepang membawa implikasi signifikan bagi Indonesia, termasuk perlindungan WNI di Taiwan sekitar 300.000 jiwa dan di Jepang.
“Potensi gangguan pada jalur pelayaran strategis dan rantai pasok global sangat besar,” tegasnya.

Ia menegaskan Indonesia harus tetap netral, memegang prinsip bebas aktif, serta mempercepat modernisasi alutsista demi menjaga kepentingan nasional.

Menurut Ketua FSI Johanes Herlijanto, ada dua alasan utama di balik sikap agresif Beijing: Isu Taiwan menyangkut legitimasi Partai Komunis China dan klaim historis “territories lost.” Jepang dikonstruksi sebagai antagonis dalam narasi sejarah dan budaya populer China.

Selain itu, kondisi domestik China yang tengah tidak stabil — perlambatan ekonomi dan perombakan pejabat tinggi — membuat Beijing membutuhkan konsolidasi nasionalisme. “Eskalasi dengan Jepang bisa menjadi bahan bakar nasionalisme,” katanya.

Johanes menyoroti perubahan karakter China di bawah Xi Jinping. “Dulu China berprofil rendah, kini semakin asertif. Apa jadinya jika China makin dominan tanpa penyeimbang?” ujarnya.

Profesor Anak Agung Banyu Perwita menilai bahwa China sangat memahami lemahnya kohesi ASEAN. Bahkan, China mungkin sedang mengeksploitasi sikap netral negara-negara Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantor OJK Maluku Utara Resmi Beroperasi

Kantor OJK Maluku Utara Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 10 Desember 2025 | 06:00 WIB

Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026

Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:16 WIB

Danantara Keliling Jepang Jaring Investor Buat Program Prioritas

Danantara Keliling Jepang Jaring Investor Buat Program Prioritas

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×