- Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga 3.243,7 mil laut pada hari keempat pencarian korban hilang.
- Pencarian di perairan Selat Sunda ini melibatkan belasan kapal, perahu cepat, dan dua unit drone termal.
- Operasi pencarian ini dikerahkan untuk menemukan delapan korban yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Suara.com - Di tengah deburan ombak dan kepulan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, harapan tak pernah padam. Memasuki hari keempat operasi pencarian rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, gelombang doa dan solidaritas mengalir deras dari berbagai penjuru tanah air hingga perwakilan negara sahabat.
Di Serang, puluhan jurnalis yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten bersama jajaran Pemprov Banten bersimpuh menggelar doa bersama usai salat Jumat di Sekretariat Pokja, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jumat (11/9/2026).
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika nama-nama rekan mereka dirapalkan dalam munajat.
"Kami masih memelihara harapan rekan-rekan kami pulang dalam keadaan selamat. Doa terus kami panjatkan setiap hari untuk memperkuat ikhtiar Tim SAR di laut," ungkap Ketua Pokja Wartawan Banten, Deni Saprowi.
Asda III Pemprov Banten Rina Dewiyanti yang hadir bersama Kadis Kominfo Banten Beni Ismail turut terenyuh.
Ia menegaskan dedikasi tinggi jurnalis yang rela bertaruh nyawa di medan berbahaya demi menyajikan kebenaran bagi publik.
"Kita tetap husnudzan, tidak ada hal yang mustahil bagi Allah. Semoga mereka segera diberikan jalan untuk kembali berkumpul bersama keluarga," kata Rina.
Rasa kehilangan dan solidaritas juga bergema hingga ke ujung barat Indonesia. Di Banda Aceh, puluhan jurnalis berkumpul di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh menggelar zikir dan doa keselamatan.
Bagi komunitas pers Tanah Rencong, ikatan persaudaraan seprofesi melintasi batas geografis. Kegiatan ini sekaligus menjadi renungan mendalam tentang tingginya risiko profesi pewarta saat meliput bencana.
Doa dari Menpora hingga Duta Besar Arab Saudi
![Doa bersama Jurnalis Surabaya di Taman Apsari Surabaya, untuk awak media yang belum ditemukan di kawasan Anak Krakatau. (Suara.com/Dimas Angga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/50667-doa-jurnalis-surabaya.jpg)
Dukungan moral tidak hanya datang dari ruang redaksi. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan keprihatinan dan doa tulusnya bagi keselamatan rombongan peliput erupsi tersebut.
"Atas nama pribadi dan Kemenpora, saya menyampaikan keprihatinan, doa, dan harapan sebesar-besarnya agar lima jurnalis bersama tiga awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan berkumpul kembali dengan orang-orang yang dicintai," tutur Erick sebagaimana dilansir Antara.
Erick mengingatkan pentingnya aspek keselamatan bagi tim penyelamat yang beroperasi di wilayah vulkanik aktif, sembari mengimbau publik untuk tidak menyebarkan spekulasi liar demi menjaga ketegaran keluarga korban.
Simpati mendalam pun melintasi batas negara. Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, turut memanjatkan doa khusus dari kantor kedutaannya di Jakarta.
"Mudah-mudahan teman-teman wartawan yang meliput peristiwa erupsi Anak Krakatau dapat segera ditemukan dan kembali dengan selamat," ucap Dubes Faisal.