Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

IHSG Turun Dibayangi The Fed, Ini Analisis Rekomendasi Saham Trading Jumat 12 Desember

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 11 Desember 2025 | 21:10 WIB
IHSG Turun Dibayangi The Fed, Ini Analisis Rekomendasi Saham Trading Jumat 12 Desember
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
  • IHSG ditutup di zona merah pada Kamis, 11 Desember 2025, melemah 1,35% akibat aksi ambil untung pasca pemangkasan suku bunga The Fed.
  • Pelemahan didorong sentimen global, seperti harapan pemangkasan suku bunga The Fed lebih sedikit dan konflik Thailand-Kamboja.
  • Secara teknikal, MACD membentuk Death Cross mengindikasikan potensi koreksi IHSG berlanjut untuk menguji level support 8.550–8.600.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis sore (11/12/2025) ditutup di zona merah.

Pelemahan signifikan ini dipicu oleh aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan pelaku pasar pasca Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya.

IHSG tercatat melemah 117,53 poin atau 1,35 persen ke posisi 8.583,39. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 16,14 poin atau 1,88 persen, menuju posisi 840,82.

Analis Reydi menjelaskan bahwa penurunan bursa saham setelah pemangkasan suku bunga The Fed terjadi karena pelaku pasar telah mengantisipasi dan mengambil posisi sebelum keputusan dirilis.

Dengan demikian, momentum saat ini dimanfaatkan untuk taking profit.

Pelemahan ini didukung oleh sentimen global yang cenderung mengecewakan. Perkiraan bahwa The Fed berpotensi hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun 2026 cenderung mengecewakan harapan pasar yang sebelumnya mengharapkan adanya 2-3 kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan.

Selain itu, memanasnya bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja juga menjadi faktor negatif karena berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di kawasan ASEAN.

Dari dalam negeri, sentimen yang dinantikan pelaku pasar adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pekan depan, Rabu (17/12/2025), serta momentum window dressing menjelang akhir tahun.

Koreksi yang semakin dalam diperkirakan akan meningkatkan probabilitas dan volatilitas IHSG menuju akhir tahun.

Di samping itu, memasuki periode penawaran umum IPO SUPA yang diminati banyak investor, disinyalir juga mendorong terjadinya aksi profit taking karena investor membutuhkan likuiditas untuk berpartisipasi dalam IPO tersebut.

Sementara rupiah, menunjukkan penguatan tipis pada level Rp16.665 per Dolar AS pada perdagangan Kamis, seiring dengan pelemahan indeks Dolar AS secara global.

Analisis Sektoral dan Pergerakan Teknis

IHSG yang dibuka menguat, segera bergerak ke teritori negatif dan betah di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC:

Tiga sektor menguat: Dipimpin sektor energi (+0,97 persen), diikuti oleh sektor industri (+0,26 persen) dan sektor barang konsumen non primer (+0,05 persen).

Delapan sektor melemah: Dipimpin sektor infrastruktur (-4,57 persen), diikuti oleh sektor barang konsumen primer (-2,60 persen) dan sektor transportasi & logistik (-2,06 persen).

Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.582.212 kali transaksi, melibatkan 69,17 miliar lembar saham senilai Rp33,82 triliun. Sebanyak 201 saham naik, 500 saham menurun, dan 98 tidak bergerak nilainya.

Saham dengan penguatan terbesar: CTTH, DOOH, RLCO, SAFE, dan SOTS.

Saham dengan pelemahan terbesar: FPNI, MORA, HOPE, TRIN, dan ASPI.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa MACD membentuk Death Cross, mengindikasikan potensi pelemahan indeks masih berlanjut, didukung oleh Stochastic RSI yang mengarah ke bawah dan volume jual yang relatif besar.

“IHSG juga ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20. Sehingga diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.550–8.600,” tulis Phintraco Sekuritas.

Untuk trading pada Jumat (12/12/2025), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham SMGR, INTP, RATU, PYFA, dan PTRO.

Desclaimer: Redaksi hanya menyampaikan informasi. Risiko ada di tangan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT Titan Infra Sejahtera: Bisnis, Profil Pemilik, Direksi, dan Prospek Saham

PT Titan Infra Sejahtera: Bisnis, Profil Pemilik, Direksi, dan Prospek Saham

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 17:52 WIB

IHSG Loyo di Level 8.600 Karena Tak Bisa Menahan Gempuran Aksi Ambil Untung

IHSG Loyo di Level 8.600 Karena Tak Bisa Menahan Gempuran Aksi Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 17:22 WIB

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:02 WIB

Terkini

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB