Menko Airlangga Ngeluh Harga Mobil-Motor Murah Bikin Jakarta Macet

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 16:10 WIB
Menko Airlangga Ngeluh Harga Mobil-Motor Murah Bikin Jakarta Macet
Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Rabu (10/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengeluhkan kemacetan Jakarta akibat harga kendaraan yang semakin terjangkau.
  • Pemerintah pusat menyiapkan solusi jangka pendek berupa kebijakan kerja fleksibel seperti work from anywhere untuk mengurangi mobilitas.
  • Airlangga menyebut penyelesaian kemacetan jangka menengah dan panjang merupakan pekerjaan rumah bagi Gubernur DKI Jakarta.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeluh semakin murahnya harga mobil dan motor berdampak pada kemacetan di Jakarta.

Namun, dilihatnya hal itu sebagai konsekuensi dari perkembangan industri dan kebijakan ekonomi nasional.

Airlangga menjelaskan, inovasi dan perbaikan kebijakan di sektor industri telah membuat harga kendaraan, khususnya mobil listrik, semakin terjangkau bagi masyarakat. Namun, dampak lanjutan dari kondisi itu perlu diantisipasi.

"Hanya saya memberi warning, makin banyak mobil murah makin macet di Jakarta," ujar Airlangga saat peluncuran Program Pelatihan Gig Economy dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Fakhri]

Menurut Airlangga, kemacetan di ibu kota menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama bagi pemerintah daerah. Ia menyinggung peran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mencari solusi jangka menengah dan panjang atas persoalan tersebut.

"Nah ini PR-nya Gubernur," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat disebut telah menyiapkan langkah jangka pendek untuk merespons persoalan kemacetan. Salah satu kebijakan yang dibahas di tingkat kabinet berkaitan dengan pola kerja masyarakat perkotaan.

Airlangga mengungkapkan, kebijakan kerja fleksibel telah dilaporkan dan dibahas sebagai bagian dari solusi cepat yang dapat diterapkan tanpa menunggu pembangunan infrastruktur baru.

"Solusi jangka pendek yang paling pendek yang dilakukan kemarin saya laporkan di kabinet adalah work from anywhere and work from everywhere," kata Airlangga.

Ia menekankan, kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan mobilitas harian warga, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga kepadatan lalu lintas dapat berkurang.

"Mengurangi kemacetan tapi harapannya produktivitas tidak terganggu," imbuhnya.

Airlangga menilai, perkembangan teknologi digital memungkinkan banyak pekerjaan dilakukan tanpa kehadiran fisik di kantor. Kondisi ini membuka ruang bagi penerapan pola kerja yang lebih fleksibel di kawasan perkotaan seperti Jakarta.

Menurutnya, transformasi pola kerja sejalan dengan perubahan struktur ekonomi yang semakin mengarah pada digitalisasi dan gig economy. Model kerja tidak lagi harus terikat pada satu lokasi tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bidik Gig Economy Jadi Mesin Ketiga Pendorong Ekonomi Nasional

Pemerintah Bidik Gig Economy Jadi Mesin Ketiga Pendorong Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:48 WIB

Menko Airlangga Puja-puji AI, Bisa Buka Lapangan Kerja

Menko Airlangga Puja-puji AI, Bisa Buka Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:27 WIB

Tim Indonesia Sudah di AS, Airlangga Menyusul Negosiasi Tarif Lusa

Tim Indonesia Sudah di AS, Airlangga Menyusul Negosiasi Tarif Lusa

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 08:50 WIB

Terkini

Mudik Naik Motor Tahun Ini? Baca Ini Dulu Sebelum Berangkat

Mudik Naik Motor Tahun Ini? Baca Ini Dulu Sebelum Berangkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:00 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Melonjak, Nilainya Tembus Rp1,8 Juta per Barel

Harga Minyak Dunia Makin Melonjak, Nilainya Tembus Rp1,8 Juta per Barel

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:38 WIB

LPS Mulai Cairkan Dana Nasabah BPR Koperindo, Rp14,19 Miliar Dibayarkan Tahap Pertama

LPS Mulai Cairkan Dana Nasabah BPR Koperindo, Rp14,19 Miliar Dibayarkan Tahap Pertama

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:48 WIB

CIMB Niaga Maksimalkan Layanan Digital Selama Liburan Nyepi dan Lebaran

CIMB Niaga Maksimalkan Layanan Digital Selama Liburan Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:40 WIB

Cara Memutar Uang Rp500 Ribu Agar Berlipat Ganda, Panduan Lengkap Bagi Pemula

Cara Memutar Uang Rp500 Ribu Agar Berlipat Ganda, Panduan Lengkap Bagi Pemula

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 06:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:24 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:52 WIB

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:40 WIB

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:14 WIB