Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA

M Nurhadi

Kamis, 18 Desember 2025 | 22:03 WIB
Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA
Ilustrasi - Foto udara sejumlah truk sampah mengantre di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Griyo Mulyo Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
baca 10 detik
  • Greenhope memperkenalkan pelapis sampah berbasis sari pati singkong sebagai solusi praktis pengganti penutup tanah di TPA.
  • Inovasi ini dirancang untuk terurai alami dalam tiga bulan tanpa residu mikroplastik berbahaya, serta telah diuji coba di TPA Pekalongan.
  • Teknologi ini mendukung petani lokal melalui pembelian singkong dengan harga premium dan lebih ekonomis.

“Harganya sekitar seperempat dari penggunaan tanah dan tidak memerlukan alat berat. Dua orang saja sudah cukup untuk pemasangan,” jelas Tommy. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghilangkan kebutuhan akan aktivitas penggalian atau penggundulan lahan di tempat lain hanya untuk mengambil tanah urukan sebagai penutup sampah.

Teknologi inovatif ini sudah mulai diuji coba secara parsial di TPA Pekalongan sejak November 2025. Proses ini menjadi langkah awal untuk melihat efektivitas material dalam skala besar sebelum diterapkan secara nasional.

Meskipun menggunakan pelapis organik, prosedur penutupan permanen tetap akan dilakukan sesuai standar operasional jika TPA sudah mencapai kapasitas maksimalnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil karya anak bangsa ini.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung setiap inovasi yang memberikan solusi nyata bagi problematika sampah di tanah air, terutama dalam upaya transformasi pengelolaan sampah dari sistem terbuka menjadi lebih terstandarisasi.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk menghambat inovasi yang baik. Solusi seperti ini penting untuk mendorong transformasi TPA dari sistem open dumping menjadi controlled landfill hingga sanitary landfill, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” ujarnya.

Pemerintah menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai pendekatan teknologi yang berbasis kajian ilmiah, mulai dari Waste-to-Energy (WTE), Refuse Derived Fuel (RDF), hingga produk-produk biodegradable seperti yang dikembangkan oleh Greenhope.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 17:08 WIB

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 13:48 WIB

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 20:40 WIB

Terkini

Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros

Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Pakar Hukum Unair: Izin Geledah Kasus Febrie Berpotensi Cacat, Bisa Bikin Alat Bukti Gugur!

Pakar Hukum Unair: Izin Geledah Kasus Febrie Berpotensi Cacat, Bisa Bikin Alat Bukti Gugur!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Bukan Soal Terkenal, Elkan Baggott Blak-blakan Rasa Bangga Bela Timnas Indonesia

Bukan Soal Terkenal, Elkan Baggott Blak-blakan Rasa Bangga Bela Timnas Indonesia

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Meghan Markle Comeback! Lagi Negosiasi Main di Serial The Gentlemen

Meghan Markle Comeback! Lagi Negosiasi Main di Serial The Gentlemen

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:11 WIB

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Momen Spektakuler Pagelaran Sabang Merauke 2026: Raisa Jadi Srikandi hingga Yura Yunita Naik Naga

Momen Spektakuler Pagelaran Sabang Merauke 2026: Raisa Jadi Srikandi hingga Yura Yunita Naik Naga

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis

Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh

Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?

Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:04 WIB

×