Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Di Balik Tender Offer Saham PIPA Oleh Morris Capital Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 13:12 WIB
Di Balik Tender Offer Saham PIPA Oleh Morris Capital Indonesia
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
  • PT Morris Capital Indonesia (MCI) melaksanakan Penawaran Tender Wajib (PTW) atas saham PIPA sejak 23 Desember 2025.
  • MCI menawarkan Rp54,47 per lembar saham untuk mengakuisisi sisa saham publik PIPA hingga 22 Januari 2026.
  • PIPA akan bertransformasi fokus dari produsen pipa menjadi bagian rantai pasok logistik dan distribusi Bahan Bakar Minyak nasional.

Suara.com - Pasca resmi menjadi pengendali baru, PT Morris Capital Indonesia (MCI) mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (PTW) atau mandatory tender offer atas saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).

Langkah korporasi ini merupakan mandat dari POJK No.9/2018 yang mewajibkan pengendali baru untuk memberikan kesempatan bagi pemegang saham publik untuk melepas kepemilikannya setelah terjadi akuisisi mayoritas.

MCI sebelumnya telah mengamankan 1,5 miliar lembar saham atau setara dengan 43,78% kepemilikan PIPA melalui transaksi yang dilakukan pada awal Oktober 2025.

Kini, perusahaan investasi tersebut menyiapkan dana maksimal sebesar Rp93,45 miliar untuk menyerap sisa saham publik dalam aksi PTW ini.

Harga dan Jadwal Penawaran

Harga yang ditetapkan dalam penawaran tender ini adalah Rp54,47 per lembar saham. Nilai tersebut ditentukan berdasarkan regulasi yang menghitung rata-rata harga tertinggi perdagangan harian PIPA di bursa selama kurun waktu 90 hari terakhir.

Bagi para investor, berikut adalah linimasa penting dalam proses PTW ini:

Masa Penawaran: 23 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026.

Tanggal Pembayaran: 3 Februari 2026.

Akuisisi ini menandai babak baru bagi PIPA. Jika sebelumnya perusahaan ini dikenal luas sebagai produsen pipa PVC dan material bangunan, di bawah kepemimpinan MCI, PIPA akan bertransformasi menjadi bagian dari rantai pasok energi nasional.

MCI berencana memanfaatkan posisi strategis PIPA untuk merambah sektor perdagangan dan logistik Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fokus pengembangan ke depan akan mencakup:

  • Infrastruktur Penyimpanan: Pembangunan fasilitas storage untuk memperkuat stok energi.
  • Jaringan Distribusi Terpadu: Membangun sistem logistik darat dan laut yang lebih efisien di seluruh wilayah Indonesia.
  • Integrasi Hulu-Hilir: Mengolaborasikan keahlian industri pipa dengan distribusi energi guna menciptakan efisiensi operasional.

“Kami melihat PIPA memiliki potensi strategis yang bisa di-leverage untuk masuk ke sektor energi dan logistik,” ujar perwakilan manajemen MCI pada Selasa (23/12/2025).

Meskipun terjadi perombakan visi bisnis yang radikal, MCI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas perusahaan di pasar modal.

Pengendali baru tersebut memberikan kepastian bahwa mereka tidak berencana melakukan langkah-langkah drastis seperti likuiditas perusahaan, perubahan mendasar pada kebijakan dividen, maupun penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melantai di Bursa, Saham SUPA Meroket 93% dalam Tiga Hari Perdagangan

Melantai di Bursa, Saham SUPA Meroket 93% dalam Tiga Hari Perdagangan

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 09:21 WIB

Prilly Latuconsina Buka-Bukaan Soal Bisnis Kapalnya: Untung Rugi Naik Turun Bak Main Saham!

Prilly Latuconsina Buka-Bukaan Soal Bisnis Kapalnya: Untung Rugi Naik Turun Bak Main Saham!

Your Say | Senin, 22 Desember 2025 | 19:45 WIB

Jadwal Libur IHSG Desember 2025 dan Sepanjang Tahun 2026 Lengkap

Jadwal Libur IHSG Desember 2025 dan Sepanjang Tahun 2026 Lengkap

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 16:18 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB