Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Target DEWA Melejit ke Rp750, Harga Saham Hari Ini Mulai Merangkak Naik

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 22 Desember 2025 | 15:20 WIB
Target DEWA Melejit ke Rp750, Harga Saham Hari Ini Mulai Merangkak Naik
Darma Henwa (DEWA)
  • Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi Beli saham DEWA, menaikkan target harga menjadi Rp750 dari Rp500.
  • Kenaikan target harga didorong oleh keberhasilan DEWA memperoleh fasilitas kredit jumbo Rp1 triliun dari Bank BCA.
  • Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja Rp850 Miliar dan belanja modal alat berat baru.

Suara.com - Henan Putihrai Sekuritas secara resmi mempertahankan rekomendasi Buy (Beli) untuk emiten jasa pertambangan ini, dengan revisi target harga yang cukup signifikan.

Analis menaikkan target harga saham DEWA menjadi Rp750, melonjak drastis dari proyeksi sebelumnya yang berada di level Rp500.

Angka baru ini mencerminkan optimisme pasar dengan potensi keuntungan (upside) mencapai 37,6% dari harga saat ini.

Revisi target harga ini bukan tanpa alasan. Henan Putihrai Sekuritas menilai bahwa proses pemulihan kinerja atau turnaround yang dilakukan oleh manajemen DEWA terus menunjukkan progres yang berkelanjutan.

Fokus perseroan saat ini berada pada dua pilar utama: optimalisasi struktur neraca keuangan dan akselerasi pertumbuhan bisnis secara agresif.

Saat ini, harga saham DEWA berada di kisaran 570, menguat berkisar 3,67% dibandingkan dengan pembukaan pasar pada Senin 22 Desember 2025.

Stabilitas keuangan yang semakin solid memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi tanpa terbebani risiko likuiditas yang tinggi, sehingga nilai perusahaan di mata investor terus meningkat.

Katalis positif utama yang mendorong kenaikan target harga ini adalah keberhasilan DEWA dalam mengamankan fasilitas kredit jumbo dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Pinjaman senilai total Rp1 triliun tersebut menjadi sinyal kepercayaan perbankan besar terhadap prospek bisnis Darma Henwa.

Adapun rincian alokasi pinjaman tersebut terdiri dari:

Fasilitas Modal Kerja (Rp850 Miliar): Ditujukan untuk memperkuat operasional harian perusahaan guna mendukung proyek-proyek berjalan.

Fasilitas Kredit Investasi (Rp150 Miliar): Dana ini dialokasikan khusus untuk memperkuat belanja modal (capital expenditure).

Manajemen DEWA berencana menggunakan fasilitas kredit investasi tersebut untuk pengadaan unit alat-alat berat baru.

Langkah modernisasi armada ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional di lapangan serta memperbesar kapasitas produksi guna memenuhi permintaan dari kontraktor pertambangan.

Dengan armada yang lebih baru dan efisien, DEWA diharapkan mampu menekan biaya pemeliharaan serta meningkatkan margin keuntungan pada kuartal-kuartal mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham SUPA Keok di Tengah Kinerja Positif Cetak Laba Rp122 Miliar

Saham SUPA Keok di Tengah Kinerja Positif Cetak Laba Rp122 Miliar

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 10:03 WIB

Ekspansi Agresif PIK2, Ada 'Aksi Strategis' saat PANI Caplok Saham CBDK

Ekspansi Agresif PIK2, Ada 'Aksi Strategis' saat PANI Caplok Saham CBDK

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 19:46 WIB

BUMI Borong Saham Australia, Ini Alasan di Balik Akuisisi Jubilee Metals

BUMI Borong Saham Australia, Ini Alasan di Balik Akuisisi Jubilee Metals

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 15:24 WIB

Terkini

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:50 WIB

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB