Pemerintah Mulai Pangkas Kuota Ekspor Gas Secara Bertahap

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 23 Desember 2025 | 20:12 WIB
Pemerintah Mulai Pangkas Kuota Ekspor Gas Secara Bertahap
Arsip - PGN salurkan gas bumi di Kota Batam, Kepulauan Riau. [Dok PGN]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM berencana mengurangi ekspor gas bumi secara bertahap demi memprioritaskan dalam negeri.
  • Realisasi pemanfaatan gas domestik mencapai 69,65% dari total pemakaian nasional periode Januari–September 2025.
  • Strategi mitigasi mencakup eksplorasi gas baru dan percepatan produksi di WK strategis untuk hadapi penurunan alamiah.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah berani untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan rencana pengurangan volume ekspor gas bumi secara berkelanjutan.

Kebijakan ini diambil menyusul melonjaknya permintaan gas dari sektor industri dan pembangkit listrik di tanah air yang diproyeksikan terus bertumbuh pesat.

Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa pemerintah kini menempatkan kebutuhan domestik sebagai prioritas utama dalam peta jalan pengelolaan energi nasional.

"Pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, dan kuota ekspor akan diturunkan secara bertahap. Pemanfaatan gas bumi yang paling benar dalam negeri adalah sektor industri," ungkap Hendra dalam diskusi daring INDEF di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian ESDM sepanjang periode Januari hingga September 2025, rata-rata penggunaan gas bumi nasional berada di angka 5.594 BBTUD (Billion British Thermal Units per Day).

Dari total volume tersebut, serapan untuk kebutuhan dalam negeri sudah mendominasi sebesar 3.895 BBTUD, sementara porsi ekspor tersisa sebesar 1.698 BBTUD. Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan gas untuk kepentingan domestik telah mencapai 69,65 persen.

Pemerintah menargetkan persentase serapan lokal ini akan terus terkerek naik dalam tahun-tahun mendatang seiring dengan integrasi infrastruktur gas yang semakin masif di berbagai pulau besar di Indonesia.

Tantangan Penurunan Produksi Alami (Natural Decline)

Meskipun permintaan pasar domestik terus meningkat, Hendra mengakui bahwa sektor hulu migas Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa natural decline atau penurunan produksi secara alami pada sumur-sumur gas yang ada saat ini.

baca juga

Guna mengatasi ancaman defisit pasokan tersebut, Kementerian ESDM telah menyiapkan beberapa strategi mitigasi, di antaranya:

  • Eksplorasi Masif: Mendorong pencarian cadangan gas baru di wilayah-wilayah potensial.
  • Percepatan Produksi: Mempercepat dimulainya operasi pada wilayah kerja (WK) strategis seperti South Andaman, WK Masela, hingga WK Genting.
  • Iklim Investasi: Menjaga regulasi tetap menarik bagi investor agar pengembangan sumur baru tetap berjalan meski kuota ekspor dikurangi.

Ketiga wilayah kerja raksasa tersebut diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam menyuplai kebutuhan gas nasional dan menyeimbangkan neraca produksi di tengah penurunan output sumur-sumur tua.

Selain menjaga produksi di hulu, pemerintah juga tengah mengebut pembangunan infrastruktur transmisi gas untuk memastikan distribusi energi tidak hanya berpusat di lokasi tertentu. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian pipa transmisi Cirebon-Semarang Tahap II serta pipa Dumai-Sei Mangkei.

Pembangunan infrastruktur pipa di wilayah Sumatera dinilai sangat krusial untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

"Pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Sumatera," tambah Hendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ICW Tuding KPK Lamban, 2 Laporan Korupsi Kakap Mengendap Tanpa Kabar

ICW Tuding KPK Lamban, 2 Laporan Korupsi Kakap Mengendap Tanpa Kabar

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 18:56 WIB

Tarif Ekspor Indonesia ke AS 'Dipangkas' dari 32% ke 19%, Ini Daftar Produk Kebagian 'Durian Runtuh'

Tarif Ekspor Indonesia ke AS 'Dipangkas' dari 32% ke 19%, Ini Daftar Produk Kebagian 'Durian Runtuh'

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:52 WIB

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 12:23 WIB

Terkini

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

News | Senin, 28 September 2026 | 08:05 WIB

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

Sport | Senin, 28 September 2026 | 08:03 WIB

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Riau | Senin, 28 September 2026 | 07:58 WIB

×