Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 22:06 WIB
Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia
Ilustrasi industri petrokimia. (Dok. Ist)
  • Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang semakin strategis dalam mendukung hilirisasi dan berbagai sektor ekonomi, termasuk energi baru dan terbarukan.
  • Penguatan kerja sama antar pelaku industri menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pasokan, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperluas manfaat ekonomi hingga ke sektor turunan.
  • Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, industri petrokimia diharapkan mampu tumbuh sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Suara.com - Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang kian strategis dalam menopang berbagai sektor, termasuk energi baru dan terbarukan. Potensi tersebut turut didorong oleh upaya hilirisasi yang konsisten dilakukan pelaku industri nasional.

Komitmen penguatan industri petrokimia itu salah satunya ditunjukkan melalui perpanjangan kerja sama jual beli produk petrokimia antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).

Penandatanganan perpanjangan kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta dan dihadiri jajaran direksi serta manajemen kedua perusahaan, bersama sejumlah mitra strategis sektor petrokimia dalam negeri, Jumat (19/12).

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Grup dalam mendorong hilirisasi petrokimia yang menjadi agenda strategis pemerintah.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional dan mendukung agenda hilirisasi industri,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, rantai hilirisasi petrokimia tidak berhenti di tingkat perusahaan, melainkan diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi industri turunan hingga masyarakat.

Kerja sama KPI dan Pertachem sendiri telah terjalin sejak 2021. Dalam perpanjangan kali ini, kedua perusahaan menandatangani tiga perjanjian penting yang mencakup perpanjangan jual beli produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta penandatanganan perjanjian baru untuk penjualan produk special chemical.

VP Commercial & Sales KPI, Aji Danardono, menilai industri petrokimia memiliki prospek cerah di Indonesia, salah satunya karena perannya dalam mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan.

“Industri petrokimia memiliki peluang besar di Indonesia, termasuk dalam menopang pengembangan renewable energy. Dengan fondasi yang kuat ini, kami berharap kerja sama KPI dan Pertachem dapat menjadi motor penggerak industri petrokimia nasional,” ujar Aji.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci agar produk petrokimia dalam negeri dapat terserap optimal oleh industri pengguna.

“Tujuan kita agar produk-produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh industri, sehingga pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertachem, Aribawa, menegaskan bahwa Pertamina Grup—khususnya KPI dan Pertachem—memiliki peran signifikan dalam mendorong hilirisasi petrokimia di Indonesia. Kerja sama yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan dan mendukung pertumbuhan industri secara nasional.

“Kerja sama ini turut menjamin keberlanjutan pasokan petrokimia, sehingga industri petrokimia nasional dapat terus berkembang,” kata Aribawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

“Pertachem siap mendukung hilirisasi produk-produk petrokimia yang diproduksi kilang KPI guna meningkatkan nilai tambah, baik bagi Pertamina maupun industri petrokimia dalam negeri,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:19 WIB

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:58 WIB

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB