Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar AS Kepanasan ke Level Rp16.772

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 24 Desember 2025 | 09:56 WIB
Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar AS Kepanasan ke Level Rp16.772
Ilustrasi petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,09% pada pembukaan Rabu (25/12/2025) di level Rp16.772 per dolar AS.
  • Dolar AS tertekan akibat ekspektasi pasar terhadap dua kali pemangkasan suku bunga The Fed 2026.
  • Tekanan pada dolar dipicu data ekonomi AS yang melemah serta kekhawatiran independensi The Fed.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (25/12/2025) dibuka pada level Rp16.772 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah menguat 0,09 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.787 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.790 per dolar AS.

Pada perdagangan Asia, Rabu (24/12), dolar AS masih berada di bawah tekanan.

Bahkan, data pertumbuhan ekonomi AS yang solid belum mampu mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Investor kini memperkirakan The Fed akan melakukan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026.

Presiden AS Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)

Tekanan terhadap dolar juga dipengaruhi dinamika kebijakan Presiden AS Donald Trump, termasuk penerapan tarif yang agresif, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi The Fed akibat pengaruh politik yang menguat.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melanjutkan perlemahan setelah beberapa pengumuman data ekonomi AS. Hal ini membuat dolar mengalami tekanan.

"Data ekonomi AS yang lebih lemah yang di antaranya data penjualan barang tahan lama dan tingkat kepercayaan konsumen, walau revisi data PDB AS lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

baca juga

Kata dia, dolar AS juga masih tertekan oleh propek pemangkasan suku bunga the Fed yg meningkat dan penambahan likuiditas 40 miliar dolar AS per bulan oleh the Fed.

Sehingga, hal ini bisa memengaruhi pergerakan rupiah.

"Hal ini telah dimulai pertengahan Desember. Range 16.650-16.800," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR

Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 05:52 WIB

Rupiah Berotot Tundukan Dolar AS di Level Rp 16.674 Hari Ini

Rupiah Berotot Tundukan Dolar AS di Level Rp 16.674 Hari Ini

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:43 WIB

Investor Masih Wait and See, Bikin Rupiah Masih Loyo Bertemu Dolar Amerika

Investor Masih Wait and See, Bikin Rupiah Masih Loyo Bertemu Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:05 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 16:34 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lesu di Asia Senin Pagi, Tembus Level Rp 16.676

Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lesu di Asia Senin Pagi, Tembus Level Rp 16.676

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 10:07 WIB

Cadangan Devisa Meningkat, Bikin Rupiah Kembali Bangkit Lawan Dolar Amerika

Cadangan Devisa Meningkat, Bikin Rupiah Kembali Bangkit Lawan Dolar Amerika

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:41 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×