Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Kilang Balikpapan Beres, Bahlil Yakin Indonesia Tak Perlu Impor Solar Lagi

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 29 Desember 2025 | 12:11 WIB
Kilang Balikpapan Beres, Bahlil Yakin Indonesia Tak Perlu Impor Solar Lagi
Ilustrasi solar (Antara)
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penghentian impor solar 2026 tergantung kesiapan operasional RDMP Kilang Balikpapan.
  • Jika Kilang Balikpapan surplus, impor solar akan dihentikan total pada 2026 bagi semua operator SPBU.
  • Impor solar tetap berlanjut di awal 2026 dengan volume kecil jika kebutuhan domestik belum terpenuhi sepenuhnya.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, kembali buka suara soal penghentian impor solar pada 2026.

Menurutnya, penghentian impor tergantung dengan kesiapan operasional Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur yang masuk dalam proyek refinery development master plan (RDMP). 

"Solar nanti 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, itu surplus kalau lebih sekitar 3-4 juta. Nah, agenda kami 2026 itu enggak ada impor solar lagi," ujar Bahlil di Jakarta yang dikutip Senin (29/12/2025). 

Selain itu penghentian impor juga tergantung dari kebutuhan PT Pertamina (Persero). Jika kebutuhan solar belum terpenuhi, maka impor akan tetap dilakukan pada awal 2026,  namun dengan volume yang lebih sedikit .

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

"Kalau Pak Simon (Direktur Utama Pertamina) katakanlah bulan tiga, Maret baru bisa, berarti Januari dan  Februari yang mungkin sedikit. Mungkin sedikit... yang bisa kita lagi eksersai. Tapi itu pun lagi saya eksersai ya," kata Bahlil. 

Sebaliknya, jika kebutuhan solar telah terpenuhi, maka pada awal tahun 2026 impor akan dihentikan. 

"Katakanlah Januari, Februari pun enggak perlu impor, ya, enggak usah. Ngapain impor? Tapi kalau kebutuhan memang harus katakanlah kalau kita belum siap, ya, daripada enggak ada, kan gitu," jelas Bahlil. 

Di samping itu, Bahlil juga menegaskan penghentian solar juga berlaku bagi operator SPBU swasta. 

"Termasuk swasta," tegasnya. 

baca juga

Sebagaimana diketahui, rencana penghentian impor solar disampaikan Bahlil seiring dengan beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) di Kilang Balikpapan. Diproyeksikan lewat proyek tersebut, kebutuhan solar dalam negeri bisa terpenuhi. 

Selain itu, rencana pemerintah yang akan memberlakukan mandatori B50 pada semester dua 2026. Dengan RDMP Kilang Balikpapan dan penerapan B50, Bahlil optimis Indonesia akan mengalami surplus solar sehingga tidak lagi bergantung pada impor. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian ESDM Tambah Stok LPG di Sumut: Persentase Ketersedian Tembus 108 Persen

Kementerian ESDM Tambah Stok LPG di Sumut: Persentase Ketersedian Tembus 108 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:34 WIB

ESDM Ungkap Stok BBM di Sumbar Makin Meningkat, Tapi Akui Distribusi Masih Mandek

ESDM Ungkap Stok BBM di Sumbar Makin Meningkat, Tapi Akui Distribusi Masih Mandek

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 11:36 WIB

Alokasi Biodiesel Ditetapkan 2026 Sebesar 15,65 Juta kL, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp139 Triliun!

Alokasi Biodiesel Ditetapkan 2026 Sebesar 15,65 Juta kL, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp139 Triliun!

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

×