Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga Emas Antam Terjun Bebas Hari ini, Dibanderol Rp 2,5 Juta per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 09:48 WIB
Harga Emas Antam Terjun Bebas Hari ini, Dibanderol Rp 2,5 Juta per Gram
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam
  • Harga emas Antam per 30 Desember 2025 per gram adalah Rp 2.501.000, mengalami penurunan Rp 95.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga beli kembali (buyback) emas Antam pada tanggal tersebut tercatat Rp 2.204.000 per gram, turun Rp 21.000 dari hari Senin.
  • Harga emas dunia anjlok 4,50 persen karena aksi ambil untung dan penguatan Dolar AS, namun prospek jangka menengah masih didukung faktor makroekonomi.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 30 Desember 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.501.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam lagi-lagi terjun bebs Rp 95.000 dibandingkan hari Senin, 29 Desember 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.204.000 per gram.

Harga buyback itu juga merosot Rp 21.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.300.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.501.000
  • Emas 2 gram Rp 4.942.000
  • Emas 3 gram Rp 7.388.000
  • Emas 5 gram Rp 12.280.000
  • Emas 10 gram Rp 23.505.000
  • Emas 25 gram Rp 61.137.000
  • Emas 50 gram Rp 122.195.000
  • Emas 100 gram Rp 244.312.000
  • Emas 250 gram Rp 610.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.220.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.441.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Meluncur

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada awal pekan ini. Logam mulia global atau XAU/USD anjlok sekitar 4,50 persen pada perdagangan Senin dan diperdagangkan di kisaran 4.330 dolar AS per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru pada akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari FXStreet, tekanan terhadap harga emas dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup kuat di tengah kondisi likuiditas pasar yang menipis menjelang libur akhir tahun.

Situasi ini memperkuat pergerakan koreksi setelah reli tajam yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Selain itu, pemulihan moderat nilai tukar Dolar AS turut menambah tekanan pada harga emas. Menguatnya dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

FXStreet mencatat, penguatan dolar tersebut terjadi seiring penyesuaian posisi investor menjelang penutupan tahun, menyusul kinerja emas yang sangat impresif sepanjang 2025.

Meski demikian, tekanan jangka pendek ini dinilai tidak mengubah prospek jangka menengah emas. Dari sisi fundamental, latar belakang makroekonomi global masih cenderung mendukung pergerakan logam mulia tersebut.

Pasar saat ini terus mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed) pada tahun depan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga diperkirakan akan menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga tetap menjadi faktor penopang harga.

Di sisi lain, dinamika politik di Amerika Serikat juga turut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral dinilai mempertahankan tingkat ketidakpastian yang biasanya menguntungkan aset safe haven.

Dari aspek geopolitik, ketegangan global yang masih berlangsung ikut menopang permintaan struktural terhadap emas.

FXStreet menyoroti perkembangan konflik di Ukraina serta aktivitas militer China di sekitar Taiwan sebagai pengingat bahwa risiko geopolitik tetap tinggi, meski pergerakan pasar jangka pendek saat ini cenderung memasuki fase konsolidasi.

Dengan kondisi tersebut, koreksi harga emas saat ini dinilai lebih sebagai jeda teknis setelah lonjakan historis, bukan sinyal pembalikan tren utama. Faktor makroekonomi dan geopolitik yang ada masih mendukung minat berkelanjutan terhadap emas dalam jangka menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 2.596.000 per Gram

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 2.596.000 per Gram

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 10:19 WIB

Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci

Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 12:50 WIB

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB