Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

M Nurhadi

Selasa, 30 Desember 2025 | 13:44 WIB
Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026
Ilustrasi [Antara]
baca 10 detik
  • Saham DKFT menunjukkan pergerakan mendatar (sideways) dengan bias penguatan, ditutup di Rp730 pada 30 Desember 2025.
  • Secara teknikal, harga bertahan di support Rp670-Rp680, sementara fokus utama adalah menembus resistance Rp760–Rp780.
  • Fundamental ditopang peningkatan produksi nikel 140% YoY dan pembagian dividen interim Rp25 per saham.

Suara.com - Pergerakan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menjadi salah satu yang menarik perhatian para pelaku pasar modal menjelang pergantian tahun menuju 2026.

Berdasarkan pengamatan tren dalam tiga bulan terakhir, emiten yang bergerak di sektor pertambangan nikel ini menunjukkan pola pergerakan sideways atau mendatar dengan bias penguatan yang mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025.

Pantauan Redaksi Suara.com pada Selasa (30/12/2025) untuk penutupan pasar sesi 1 IHSG BEI, harga saham DKFT berada di kisaran 730. Sedikit melemah jika dibandingkan dengan pembukaan pasar pada hari ini.

Tinjauan Teknikal DKFT, Menguji Level Resistance Utama

Secara teknikal, harga saham DKFT tercatat beberapa kali memantul dari area support kuat di kisaran Rp670 hingga Rp680.

Ketahanan harga pada level ini menunjukkan adanya daya beli yang cukup signifikan setiap kali harga mendekati batas bawah konsolidasi tiga bulannya.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada area resistance terdekat di level Rp760–Rp780, yang merupakan puncak-puncak minor sebelumnya.

Berdasarkan prinsip analisis teknikal standar, level swing high ini menjadi referensi utama untuk menentukan arah tren selanjutnya.

Jika DKFT mampu melakukan breakout atau menembus level tersebut dengan volume yang kuat, terdapat dua skenario target harga yang rasional untuk satu bulan ke depan:

baca juga

Target Pertama: Area resistance Rp760–Rp780.

Target Berikutnya: Jika terjadi dorongan bullish yang kuat, harga berpotensi menuju kisaran Rp800–Rp820.

Sebaliknya, jika momentum kenaikan gagal menembus batas atas, harga berisiko kembali bergerak sideways ke area Rp700–Rp680.

Risiko penurunan lebih lanjut ke level Rp660 tetap perlu diwaspadai apabila sentimen pasar makro atau harga komoditas global mengalami tekanan.

Fundamental DKFT

Optimisme terhadap DKFT bukan tanpa alasan. Data finansial hingga kuartal III-2025 menunjukkan performa yang cukup tangguh. Meskipun terdapat penurunan laba bersih secara kuartalan dari Q2 ke Q3 (Rp174 miliar menjadi Rp132 miliar), secara keseluruhan efisiensi beban perusahaan dinilai tetap terkelola dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:13 WIB

Target Harga BUMI di Tengah Aksi Jual Saham Jelang Tahun Baru

Target Harga BUMI di Tengah Aksi Jual Saham Jelang Tahun Baru

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 18:53 WIB

IHSG Bangkit Setelah Libur Panjang, Kembali ke Level 8.600

IHSG Bangkit Setelah Libur Panjang, Kembali ke Level 8.600

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 17:11 WIB

Terkini

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 07:57 WIB

Home Industry Ekstasi Terbongkar di Perumahan Natar

Home Industry Ekstasi Terbongkar di Perumahan Natar

Lampung | Selasa, 01 September 2026 | 07:52 WIB

Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal, Pertanda Apa??

Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal, Pertanda Apa??

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 07:44 WIB

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026 meski Konsumsi Berpotensi Over Kuota

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026 meski Konsumsi Berpotensi Over Kuota

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 07:33 WIB

15 Kode Redeem FF 1 September 2026: Kesempatan Klaim Skin Kuda Purnama dan Incubator

15 Kode Redeem FF 1 September 2026: Kesempatan Klaim Skin Kuda Purnama dan Incubator

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 07:24 WIB

Banyak Misteri di A Bona Fide Killer, 3 Hal Ini Paling Bikin Saya Penasaran

Banyak Misteri di A Bona Fide Killer, 3 Hal Ini Paling Bikin Saya Penasaran

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 07:13 WIB

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 07:05 WIB

Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir

Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir

News | Selasa, 01 September 2026 | 07:00 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?

Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 06:57 WIB

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:57 WIB

×