Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:26 WIB
Emiten Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Capai Rp 80,34 Triliun
Konferensi Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/12/2025). [Suara.com/Rina Anggraeni].
  • KSEI melaporkan emiten perbankan menyumbang dividen terbesar senilai Rp 80,34 triliun sepanjang tahun 2025.
  • Sektor energi berada di urutan kedua penyumbang dividen terbesar, mencapai total Rp 27,95 triliun pada periode yang sama.
  • Tindakan korporasi mencapai 7.610 aksi pada 2025 dengan nilai distribusi mencapai Rp 491 triliun.

Suara.com - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan, emiten perbankan paling banyak menyumbang kontribusi dividen terbesar sepanjang 2025.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan kontribusi dividen dari emiten perbankan sepanjang 2025 mencapai Rp 80,34 triliun.

"Dari data yang ada bahwa selama 2025 sektor financial atau perbankan itu mendistribusikan dividen sebanyak Rp 80,3 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di awal sesi perdagangan Senin, 1 September 2025. IHSG melemah menuju level 7.620. (Suara/com/Rina)
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di awal sesi perdagangan Senin, 1 September 2025. IHSG melemah menuju level 7.620. (Suara/com/Rina)

Samsul melanjutkan, setoran dividen terbanyak kedua disumbang oleh sektor energi dengan distribusi mencapai Rp 27,95 triliun. Diikuti sektor pelayanan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi senilai Rp 20,18 triliun, sektor industrial multi-sektor holding sebesar Rp 10,48 triliun, serta sektor infrastructure wireless telecommunication service senilai itu Rp 10,46 triliun.

"Itulah beberapa sektor yang menyumbang dividen terbanyak," bebernya.

Selain itu, KSEI juga mencatat tingginya aktivitas tindakan korporasi sepanjang 2025. Frekuensi tindakan korporasi mencapai 7.610 aksi, meningkat dari 6.976 aksi pada 2024.

Nilai distribusi tindakan korporasi selama 2025 mencapai Rp 491 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan Rp 469 triliun pada tahun sebelumnya.

Lalu, distribusi tersebut didominasi oleh pembayaran bunga obligasi sebanyak 4.115 aksi, diikuti pembagian dividen sebanyak 480 aksi, pelunasan pokok 617 aksi, pembagian bagi hasil 1.532 aksi, serta aksi lainnya sebanyak 866 aksi.

Dengan tindakan korporasi yang masih tinggi, membuat pasar modal Indonesia semakin kuat. Untuk itu, KSEI optimis pasar modal Indonesia masih akan terus meningkat di tahun 2026.

"Dengan capital market kita saat ini yang sudah semakin bertambah karena partisipasi investor lokalnya semakin meningkat sehingga diharapkan gejolak yang terjadi di luar negeri harapnya tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan pasar modal kita selanjut," pungkas Samsul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Analisis Teknikal DKFT Akhir Tahun 2025 dan Target Harga Saham 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:44 WIB

OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Tetap Kuat di Tahun 2026

OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Tetap Kuat di Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:55 WIB

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

IHSG Memerah di Perdagangan Terakhir 2025, Cek Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:13 WIB

Terkini

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:55 WIB

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:45 WIB

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:31 WIB