Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

BI-Rate Tak Pakai JIBOR dan Beralih ke INDONIA per Januari 2026, Ini Dampaknya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 16:04 WIB
BI-Rate Tak Pakai JIBOR dan Beralih ke INDONIA per Januari 2026, Ini Dampaknya
Bank Indonesia
  • Bank Indonesia resmi menghentikan JIBOR per 1 Januari 2026, menggantinya dengan INDONIA sebagai tolok ukur Rupiah.
  • INDONIA berbasis data transaksi riil pasar uang antarbank, berbeda dengan JIBOR yang menggunakan estimasi bank kontributor.
  • Reformasi ini menyelaraskan pasar keuangan domestik dengan standar internasional demi transparansi dan stabilitas jangka panjang.

Panduan ini memastikan bahwa setiap kontrak keuangan yang sebelumnya menggunakan acuan JIBOR dapat beralih ke INDONIA secara mulus melalui penyertaan klausul fallback rate.

Data Penurunan Kontrak JIBOR dan Kesiapan Pasar

Kesiapan pelaku pasar dalam menyambut era INDONIA terlihat jelas dari data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan hasil survei otoritas, terdapat penurunan drastis pada kontrak keuangan yang masih menggunakan JIBOR sebagai acuan:

Kontrak Jatuh Tempo Sebelum Akhir 2025: Nilai kontrak dengan acuan JIBOR merosot tajam sebesar 67,7%. Dari angka Rp140,37 triliun pada September 2024, kini hanya tersisa sekitar Rp45,28 triliun per September 2025.

Kontrak Pasca-2025 (Fallback Rate): Kontrak yang telah dinegosiasikan ulang menggunakan tarif baru (fallback rate) justru melonjak 35,9%. Nilainya meningkat dari Rp164,48 triliun pada September 2024 menjadi Rp223,76 triliun pada September 2025.

Data ini mengonfirmasi bahwa perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia telah melakukan langkah antisipatif yang masif untuk meninggalkan JIBOR sebelum tenggat waktu 1 Januari 2026.

Seiring dengan meningkatnya keterbukaan informasi, aktivitas transaksi di Pasar Uang Antarbank (PUAB) menunjukkan tren yang sangat positif.

Hingga 19 Desember 2025, tercatat rata-rata nilai transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam mata uang Rupiah mencapai kisaran Rp15,4 triliun setiap harinya.

Volume transaksi ini mencakup sekitar 63,5% dari keseluruhan aktivitas di pasar uang domestik. Angka transaksi yang tinggi ini memberikan dasar perhitungan INDONIA yang sangat kokoh dan representatif terhadap kondisi ekonomi nasional.

Penerapan INDONIA sebagai acuan tunggal suku bunga overnight Rupiah menempatkan pasar keuangan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang menggunakan SOFR atau Inggris dengan SONIA.

Standarisasi ini penting untuk menarik minat investor asing, karena mereka mendapatkan kepastian mengenai acuan bunga yang transparan dan sesuai dengan standar internasional.

Secara jangka panjang, reformasi suku bunga acuan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih modern dan kompetitif.

Dengan acuan bunga yang kredibel, perbankan dapat lebih efisien dalam mengelola risiko likuiditas, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Uang Tunai Tak Lagi 'Sakti' di Negeri Sendiri? Mengapa Itu Bisa Terjadi?

Ketika Uang Tunai Tak Lagi 'Sakti' di Negeri Sendiri? Mengapa Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 16:21 WIB

Strategi Ngawur atau Pasar yang Lesu? Mengurai Misteri Rp2.509 Triliun Kredit Nganggur

Strategi Ngawur atau Pasar yang Lesu? Mengurai Misteri Rp2.509 Triliun Kredit Nganggur

Bisnis | Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:13 WIB

Penggunaan Keuangan Digital Meningkat, Volume Transaksi QRIS Tembus Rp1.092 Triliun

Penggunaan Keuangan Digital Meningkat, Volume Transaksi QRIS Tembus Rp1.092 Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 14:29 WIB

Terkini

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:29 WIB

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:29 WIB

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:02 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB