- Harga emas Antam per 2 Januari 2026 turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.488.000 per gram, dengan harga beli kembali turun Rp 16.000.
- Harga emas dunia (XAU/USD) mendekati USD 4.345 karena minat investor pada aset aman dan reli 65 persen sepanjang 2025.
- Kenaikan harga emas didukung ekspektasi suku bunga AS turun dan ketegangan geopolitik, meski ada potensi aksi ambil untung.
Suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga menopang harga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik juga turut menjadi pendorong harga emas. Konflik berkepanjangan antara Israel dan Iran, serta memanasnya hubungan AS dan Venezuela, membuat investor kembali memburu aset yang dinilai mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, potensi kenaikan harga emas masih dibayangi aksi ambil untung dan penyeimbangan portofolio investor. Di sisi lain, Chicago Mercantile Exchange (CME) Group juga menaikkan persyaratan margin untuk perdagangan emas, perak, dan logam lainnya.
Kebijakan tersebut mengharuskan pedagang menyetor dana tunai lebih besar guna mengantisipasi risiko gagal bayar dalam penyelesaian kontrak, yang berpotensi membatasi penguatan harga emas ke depan.