Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras

Achmad Fauzi Suara.Com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:42 WIB
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Banjir Sumatera merusak 70.000 hektare sawah di tiga provinsi, berdampak langsung pada produksi beras daerah.
  • Dirut Perum Bulog optimistis pemulihan lahan terdampak akan berjalan cepat, ditargetkan beroperasi kembali dua hingga tiga bulan.
  • Stok beras di Aceh, Sumut, dan Sumbar terjamin melimpah meskipun produksi terganggu akibat penyaluran dan penambahan stok.

Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tidak membantah bencana banjir Sumatera berdampak pada produksi beras. Hal ini, setelah 70.000 hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tersapu air.

Hal itu setelah dirinya meninjau langsung persawahan yang terdampak banjir di 3 wilayah tersebut bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

"Memang dalam hal ini karena luasannya cukup banyak 70.000 ha, otomatis akan berdampak terhadap hasil (produksi beras) masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota untuk diserap menjadi beras kami," ujarnya dalam Media Briefing di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Kendaraan melintas di jalan yang berada di antara lahan pertanian yang rusak akibat terendam banjir dan lumpur banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/12/2025). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz]
Kendaraan melintas di jalan yang berada di antara lahan pertanian yang rusak akibat terendam banjir dan lumpur banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/12/2025). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz]

Namun, pemerintah memang tengah kembali memulihkan lahan persawahan tersebut. Sehingga, Rizal optimis sawah-sawah tersebut bisa menjadi produktif kembali dan bisa panen.

"Kami berharap ini akan segera pulih dalam waktu dekat. Karena program dari pak Mentan segera akan ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali," katanya.

Di sisi lain, Rizal memastikan, stok beras di 3 wilayah tersebut, masih melimpah. Sebab, Bulog telah melipatgandakan stok beras untuk kebutuhan pangan di 3 wilayah tersebut.

Misalnya, di Aceh Bulog telah menyalurkan 8.670 ton beras, di mana secara total stoknya mencapai 75.000 ton.

Sementara, untuk wilayah Sumatera Utara total beras yang telah disalurkan sebanyak 4.482 ton, di mana stok yang ada di gudang mencapai 25.781 ton.

Sedangkan, di Sumatera Barat beras yang sudah kita dikirimkan sebesar 1.069 ton dengan stok di gudang mencapai, yaitu ada 8.527 ton

Baca Juga: Bulog Potong Jalur Distribusi, Harga MinyaKita Dijamin Sesuai HET Rp 15.700 per Liter

"Saudara-saudara kita di Aceh tidak perlu bingun lagi, karena stoknya cukup banyak dan itu tersebar di seluruh gudang-gudang kita. Kecuali, yang tidak ada gudang di kabupaten kotanya contoh pokoknya di kabupaten Bener Meriah itu memang tidak ada gudangnya, itu bersandar ke gudang yang ada di Takengon. Nah itu gudang Takengon yang bertugas untuk mendorong ke Benar Meriah," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI