Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 16:55 WIB
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Coca-Cola pangkas 75 karyawan di Atlanta per Februari 2026 akibat reorganisasi.
  • Pemangkasan dilakukan bertahap; operasional kantor pusat dipastikan tetap berjalan.
  • Tren PHK industri konsumsi berlanjut setelah Nestlé dan General Mills ambil langkah serupa.

Suara.com - Raksasa minuman ringan dunia, The Coca-Cola Company, resmi mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja di kantor pusatnya di Atlanta, Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi reorganisasi perusahaan yang telah dicanangkan sejak tahun 2025.

Berdasarkan dokumen yang dikirimkan kepada otoritas tenaga kerja negara bagian Georgia, Coca-Cola akan memangkas sekitar 75 karyawan pada tahap awal. Proses pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dijadwalkan mulai berlaku secara bertahap pada 28 Februari 2026.

“PHK tersebut merupakan bagian dari reorganisasi yang diumumkan sejak 2025. Pengurangan jumlah karyawan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan,” tulis manajemen dalam surat resminya, dikutip dari CBS News, Rabu (7/1/2026).

Meskipun terdapat pengurangan staf, Coca-Cola memastikan bahwa operasional di kantor pusat Atlanta tetap berjalan normal. Perusahaan menekankan bahwa pemberitahuan ini diberikan lebih awal—sekitar 60 hari sebelum hari H—demi menjaga transparansi dan memberikan waktu bagi karyawan terdampak untuk melakukan perencanaan.

Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani langsung oleh Lisa V. Chang, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Sumber Daya Manusia Global The Coca-Cola Company. Perusahaan juga mengisyaratkan adanya kemungkinan dampak tambahan pada bulan-bulan berikutnya seiring dengan proses evaluasi struktur organisasi yang terus berjalan.

Coca-Cola menambah panjang daftar raksasa barang konsumsi (consumer goods) yang melakukan efisiensi tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi global. Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh perusahaan multinasional lainnya seperti Nestlé, General Mills, dan Molson Coors sepanjang tahun lalu.

Fenomena ini mencerminkan upaya perusahaan-perusahaan besar dunia untuk tetap kompetitif dengan menyederhanakan struktur organisasi guna menghadapi tantangan pasar yang terus berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tanda Kamu Nggak Dihargai di Tempat Kerja, Mungkin Sudah Saatnya Resign!

7 Tanda Kamu Nggak Dihargai di Tempat Kerja, Mungkin Sudah Saatnya Resign!

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:42 WIB

BSI Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Negara

BSI Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Negara

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:46 WIB

Menperin Minta Insentif Sektor Otomotif ke Purbaya untuk Cegah PHK

Menperin Minta Insentif Sektor Otomotif ke Purbaya untuk Cegah PHK

Otomotif | Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB