- PLN EPI meresmikan Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis untuk standarisasi dan penguatan rantai pasok biomassa.
- Hub ini berfungsi mengintegrasikan potensi lokal, menguji kualitas, dan mendistribusikan biomassa ke PLTU eksisting.
- Pengembangan hub ini mendukung komitmen PLN mengganti fosil, menurunkan emisi, dan mendorong ekonomi masyarakat lokal.
Suara.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan operasional Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis. Keberadaan hub tersebut diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas biomassa, memperkuat rantai pasok, serta mendorong standarisasi pengolahan biomassa di tingkat nasional.
Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan hub biomassa merupakan bagian dari komitmen PLN Group dalam menggantikan bahan bakar fosil secara bertahap dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
"Hub biomassa ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai pusat penguatan kualitas dan kepastian pasokan biomassa ke PLTU," kata Hokkop lewat keterangannya pada Rabu (7/1/2025).
![Ilustrasi pengumpulan bahan baku EBT Biomassa lewat sistem marketplace. [Dok PLN].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/25/99404-biomassa.jpg)
Proyek percontohan Hub Biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis dikembangkan untuk mengintegrasikan potensi lokal, termasuk limbah kayu dan serbuk aren.
Fasilitas ini mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pengolahan dan pengujian kualitas hingga distribusi langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Biomassa hasil pengolahan dari kedua fasilitas tersebut direncanakan untuk mendukung program co-firing di PLTU Adipala dan PLTU Indramayu, sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi dari pembangkit eksisting.
"Kami memulai dari skala kecil, namun dirancang untuk terus berkembang dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMD, BUMDes, Koperasi, dan masyarakat lokal," kata Hokkop.
Menurutnya pemanfaatan limbah serbuk aren di Ciamis memiliki nilai strategis dalam mengurangi dampak lingkungan melalui penurunan emisi gas rumah kaca.
Langkah ini tidak hanya membantu pengurangan emisi karbon, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: PLTU Labuhan Angin dan Pangkalan Susu Tetap Beroperasi di Tengah Banjir Sumut
"Bioenergi adalah tentang memanfaatkan seluruh sumber daya hayati secara berkelanjutan. Kehadiran hub ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang ketahanan energi nasional," pungkasnya.