Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:37 WIB
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi PNBP dari sektor minyak dan gas (migas) pada 2025 belum tercapai, hanya 83,7 persen dari target APBN. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas rencana kenaikan DMO batu bara di atas 25 persen untuk tahun 2026.
  • Kementerian ESDM berencana memangkas total produksi batu bara nasional tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
  • Pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik sebelum menyetujui rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAB).

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dengan rencana kenaikan Domestic Market Obligation (DMO) atau Kewajiban Pasar Domestik di atas 25 persen batu bara pada 2026.

Bersamaan dengan itu Kementerian ESDM juga akan memangkas produksi batu bara pada tahun ini. 

la memastikan, hingga saat angka pasti DMO belum diputuskan, tapi kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas. 

"Menyangkut dengan DMO, jadi berapa pun RKAB yang akan disetujui, yang pertama pemerintah lakukan adalah memastikan untuk kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Itu dulu. Habis itu baru ekspor," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Ilustrasi batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. [Ist]
Ilustrasi batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. [Ist]

Berdasarkan data terbaru Kementerian ESDM, produksi batubara nasional pada 2025 sebesar 790 juta ton.

Dari total tersebut sebanyak 65,1 persen atau 514 ton diserap untuk ekspor, dan  32 persen atau 254 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri. 

Namun pada 2026 ini, Kementerian ESDM berencana memangkas produksinya menjadi kurang lebih 600 juta ton.

Dengan adanya rencana pemangkasan produksi, maka kemungkinan akan menyebabkan kenaikan persentase DMO agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. 

"Jadi katakanlah kalau RKAB-nya 600 juta (ton), DMO-nya 25 persen enggak cukup, ya, kita naikkan DMO," kata Bahlil. 

Baca Juga: Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target

Bahlil pun menegaskan sebagai negara penghasil batubara, kebutuhan dalam negeri harus menjadi yang utama. 

"Negara Republik Indonesia harus untuk kebutuhan dalam negeri terpenuhi dulu baru kita eksplorasi. Nah, tapi kan lagi kita eksesais. Jadi yang jelas bahwa untuk kebutuhan domestik itu yang menjadi utama," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI