Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Januari 2026 | 08:32 WIB
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • FAO mencatat 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli pangan sehat.
  • Global Hunger Index (GHI) 2025 menempatkan Indonesia pada posisi ke-70 dari 123 negara.
  • Akibatnya, kenaikan harga sekecil apa pun di pasar bagaikan hantaman badai yang seketika membuat pangan bergizi menjadi barang mewah yang tak terjangkau.

Suara.com - Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan The State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2025 mencatat 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli pangan sehat.

Selain itu Global Hunger Index (GHI) 2025 menempatkan Indonesia pada posisi ke-70 dari 123 negara. Skor ini menunjukkan bahwa level kelaparan masyarakat kita masih berada pada tingkat moderat. Posisi tersebut masih jauh dari kata sejahtera.

Bagi keluarga prasejahtera, urusan perut adalah urusan bertahan hidup. Data menunjukkan bahwa porsi pendapatan mereka habis oleh belanja pangan. Akibatnya, kenaikan harga sekecil apa pun di pasar bagaikan hantaman badai yang seketika membuat pangan bergizi menjadi barang mewah yang tak terjangkau.

Salah satu kisah datang dari Kasmi Harasti, seorang relawan di dua dapur SPPG, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Saat ia bertugas di Desa Suka Bandung dan Desa Tanjung Iman, seorang siswa menyimpan telur rebus yang hari itu jadi salah satu menu saat MBG dibagikan ke sekolah-sekolah.

“Ketika ditanya apakah ia tidak menyukai menu tersebut, siswa itu menjawab bahwa ia sangat menyukai telur. Namun, ia memilih menyimpannya untuk diberikan kepada ayahnya, karena di rumah mereka jarang mengkonsumsi telur rebus,” tutur Kasmi.

Dari kisah tersebut, terlihat bahwa negara perlu hadir untuk urusan pemenuhan gizi masyarakat. Program MBG ini sangat krusial bagi masyarakat di daerah terpencil, mengingat banyak dari mereka yang jarang mendapatkan akses terhadap sumber protein seperti telur, ayam, daging, maupun ikan laut. Ini adalah masalah serius yang masih menjadi bagian dari bangsa kita.

Menurut Badan Pusat Statistik, keluarga miskin atau pra sejahtera sejumlah 8,47% (BPS, Maret 2025). Dengan begitu perkiraan jumlah ibu hamil, ibu menyusui, bayi (0-11 bulan), baduta (12-23 bulan) mencapai 2,16 juta jiwa . Sedangkan siswa SD-SMA dari keluarga prasejahtera mencapai 3,33 juta .

Dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai tepat untuk membuka akses pangan bergizi bagi jutaan keluarga pra sejahtera di Indonesia dari Sabang-Merauke. Selain itu dari sudut pandang ahli kesehatan, pemberian asupan pada masa kandungan hingga anak usia 3 tahun sangat krusial bagi optimalisasi otak.

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), MSi, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, menekankan bahwa program asupan bernutrisi seperti MBG harus diberikan setiap hari.

“Sejak di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun (1000 hari pertama kehidupan), struktur makro dan mikro otak sedang dibentuk secara masif. Proses ini menuntut asupan nutrisi lengkap tanpa jeda. Jika MBG tidak konsisten diberikan setiap hari, maka pertumbuhan struktur otak janin dan bayi berisiko tidak optimal. Kualitas nutrisi pada periode emas inilah yang kelak menentukan kualitas kesehatan dan produktivitas manusia saat dewasa,” terangnya.

Namun begitu Prof. Soedjatmiko menggarisbawahi bahwa pemberian MBG untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita jauh lebih rumit dibandingkan kelompok usia sekolah.

“Bagaimana memastikan ibu hamil di pelosok mendapatkan asupan setiap hari jika tidak bisa ke Puskesmas? Sistem pengantaran ke rumah menjadi kunci, namun memerlukan manajemen pengantaran yang jelas,” sarannya.

Ia juga menyoroti agar MBG untuk ibu hamil, menyusui, bayi, balita di bawah dua tahun (baduta) dari keluarga miskin memiliki manfaat jangka panjang yang jauh lebih besar. Efisiensi dana juga sangat besar apabila MBG lebih tepat sasaran. Sementara keluarga yang sudah mampu bisa mandiri memenuhi asupan gizi hariannya. Selain harus mengutamakan keluarga miskin, Prof. Soedjatmiko juga menyarankan agar MBG harus dibarengi dengan program percontohan pengolahan bahan pangan lokal.

“Agar keluarga mereka mampu menyiapkan makanan bergizi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” sarannya.

Apabila dilihat dari aspek pembangunan ekonomi, MBG adalah investasi strategis untuk membangun infrastruktur manusia Indonesia. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan bahwa program MBG berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil riset menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN). “PDB atau GDP meningkat moderat dengan puncaknya di angka 0,15 sampai 0,17 persen pada awal 2040-an,” ucap Rizal.

Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan yang dibangun hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Namun begitu untuk mengimplementasikannya tentu tidak mudah. Perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program MBG bisa tepat sasaran dan berdampak lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SPPG Klarifikasi Video Viral MBG Bungkus Plastik

SPPG Klarifikasi Video Viral MBG Bungkus Plastik

News | Senin, 12 Januari 2026 | 08:23 WIB

BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026

BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:29 WIB

Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026

Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB