Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 12 Januari 2026 | 14:53 WIB
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
Kementerian PU mempercepat proses normalisasi Batang Kuranji di Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/1/2026) dengan mengarahkan aliran sungai ke tengah sehingga sisi lainnya dapat ditangani, karena air sungai telah mengancam jalan dan permukiman. [Antara]
baca 10 detik
  • Kementerian PU menormalisasi Sungai Batang Kuranji di Padang pascabanjir 2 Januari 2026 untuk mengembalikan kapasitas tampung.
  • Normalisasi fokus mengembalikan alur tengah sungai yang bergeser karena pengikisan tebing mengancam permukiman warga.
  • Penanganan darurat ini melibatkan 11 alat berat dan ditargetkan selesai empat hari, termasuk pemulihan jalan desa terputus.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggeber upaya normalisasi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko banjir yang kembali menghantui warga setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Banjir susulan tercatat terjadi pada 2 Januari 2026. Debit air Sungai Batang Kuranji meningkat tajam hingga meluap ke sejumlah titik, memicu kekhawatiran akan terulangnya bencana serupa jika tidak segera ditangani secara serius.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan jajaran Kementerian PU langsung bergerak cepat pascabencana. Salah satu fokus utama ialah melakukan normalisasi sungai agar kapasitas tampung alur kembali optimal.

“Harapan kami agar alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Tentu prioritas utama adalah keselamatan masyarakat," kata Dody dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2025).

Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Pekerjaan difokuskan pada pembukaan dan pengembalian alur sungai ke bagian tengah yang selama ini mengalami pergeseran.

Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan kondisi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk sudah berada pada level mengkhawatirkan. Aliran sungai disebut telah menggerus tebing hingga mengancam badan jalan serta permukiman warga.

“Saat ini kami menangani dengan membuka alur-alur sungai dan mengarahkannya ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang mengancam jalan dan permukiman masyarakat dapat segera ditangani,” jelas Naryo.

Dalam penanganan darurat ini, BWS Sumatera V telah menurunkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan. Dari jumlah tersebut, tujuh unit difokuskan langsung di Sungai Batang Kuranji kawasan Batu Busuk.

Selain normalisasi sungai untuk mengatur kembali aliran air, pekerjaan juga menyasar pemulihan akses warga. Jalan desa yang sempat terputus sepanjang sekitar 200 meter turut dikerjakan agar bisa kembali digunakan masyarakat.

baca juga

Proses penanganan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat hari ke depan. Dengan demikian, aktivitas warga di sekitar lokasi terdampak diharapkan dapat kembali normal tanpa hambatan berarti.

“Harapan kami, dengan penanganan dari Kementerian PU ini, dampak risiko banjir yang mengancam permukiman maupun jalan masyarakat dapat berkurang,” ujar Naryo.

Lebih lanjut, Naryo menyebut BWS Sumatera V juga akan menggandeng kalangan akademisi untuk merumuskan penanganan Sungai Batang Kuranji yang lebih menyeluruh. Pasalnya, fungsi sungai tersebut dinilai telah menurun signifikan.

Menurut hasil kajian awal, kapasitas dan fungsi Sungai Batang Kuranji saat ini disebut telah berkurang hingga hampir 50 persen. Kondisi tersebut membuat sungai semakin rentan meluap saat curah hujan tinggi.

Dalam konteks penanganan jangka panjang, Kementerian PU juga meminta dukungan Kota Padang. Dukungan itu terutama terkait kesiapan lahan di sepanjang bantaran sungai apabila dilakukan penataan dan normalisasi lanjutan.

Ketersediaan lahan atau proses land clearing dinilai penting agar program penanganan dapat berjalan lancar tanpa terkendala persoalan sosial di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Menghindari Beli Motor Bekas Kena Banjir Rob, Cek Dulu 5 Bagian Berikut

Tips Menghindari Beli Motor Bekas Kena Banjir Rob, Cek Dulu 5 Bagian Berikut

Otomotif | Senin, 12 Januari 2026 | 14:40 WIB

Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir

Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 14:36 WIB

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

News | Senin, 12 Januari 2026 | 14:14 WIB

Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih

Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 12:41 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:26 WIB

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Video | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:59 WIB

×