- Kementerian PU menormalisasi Sungai Batang Kuranji di Padang pascabanjir 2 Januari 2026 untuk mengembalikan kapasitas tampung.
- Normalisasi fokus mengembalikan alur tengah sungai yang bergeser karena pengikisan tebing mengancam permukiman warga.
- Penanganan darurat ini melibatkan 11 alat berat dan ditargetkan selesai empat hari, termasuk pemulihan jalan desa terputus.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggeber upaya normalisasi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko banjir yang kembali menghantui warga setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Banjir susulan tercatat terjadi pada 2 Januari 2026. Debit air Sungai Batang Kuranji meningkat tajam hingga meluap ke sejumlah titik, memicu kekhawatiran akan terulangnya bencana serupa jika tidak segera ditangani secara serius.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan jajaran Kementerian PU langsung bergerak cepat pascabencana. Salah satu fokus utama ialah melakukan normalisasi sungai agar kapasitas tampung alur kembali optimal.
“Harapan kami agar alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Tentu prioritas utama adalah keselamatan masyarakat," kata Dody dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2025).
Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Pekerjaan difokuskan pada pembukaan dan pengembalian alur sungai ke bagian tengah yang selama ini mengalami pergeseran.
Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan kondisi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk sudah berada pada level mengkhawatirkan. Aliran sungai disebut telah menggerus tebing hingga mengancam badan jalan serta permukiman warga.
“Saat ini kami menangani dengan membuka alur-alur sungai dan mengarahkannya ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang mengancam jalan dan permukiman masyarakat dapat segera ditangani,” jelas Naryo.
Dalam penanganan darurat ini, BWS Sumatera V telah menurunkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan. Dari jumlah tersebut, tujuh unit difokuskan langsung di Sungai Batang Kuranji kawasan Batu Busuk.
Selain normalisasi sungai untuk mengatur kembali aliran air, pekerjaan juga menyasar pemulihan akses warga. Jalan desa yang sempat terputus sepanjang sekitar 200 meter turut dikerjakan agar bisa kembali digunakan masyarakat.
Baca Juga: Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
Proses penanganan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat hari ke depan. Dengan demikian, aktivitas warga di sekitar lokasi terdampak diharapkan dapat kembali normal tanpa hambatan berarti.
“Harapan kami, dengan penanganan dari Kementerian PU ini, dampak risiko banjir yang mengancam permukiman maupun jalan masyarakat dapat berkurang,” ujar Naryo.
Lebih lanjut, Naryo menyebut BWS Sumatera V juga akan menggandeng kalangan akademisi untuk merumuskan penanganan Sungai Batang Kuranji yang lebih menyeluruh. Pasalnya, fungsi sungai tersebut dinilai telah menurun signifikan.
Menurut hasil kajian awal, kapasitas dan fungsi Sungai Batang Kuranji saat ini disebut telah berkurang hingga hampir 50 persen. Kondisi tersebut membuat sungai semakin rentan meluap saat curah hujan tinggi.
Dalam konteks penanganan jangka panjang, Kementerian PU juga meminta dukungan Kota Padang. Dukungan itu terutama terkait kesiapan lahan di sepanjang bantaran sungai apabila dilakukan penataan dan normalisasi lanjutan.
Ketersediaan lahan atau proses land clearing dinilai penting agar program penanganan dapat berjalan lancar tanpa terkendala persoalan sosial di kemudian hari.