Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

Liberty Jemadu

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:06 WIB
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
S&P Global Ratings, pada Kamis (26/2/2026) mewanti-wanti meningkatnya tekanan fiskal, terutama biaya pembayaran utang yang lebih tinggi, menambah risiko penurunan profil kredit sovereign Indonesia dan bahkan bisa berujung pada rating negatif. [Suara.com/Dicky Prastya]
  • S&P Global Ratings mengkhawatirkan peningkatan biaya utang berpotensi menekan profil kredit sovereign Indonesia ke arah negatif.
  • Pembayaran bunga utang diprediksi melampaui ambang batas 15 persen pendapatan negara pada tahun 2025 mendatang.
  • Peringatan ini merupakan yang ketiga dari lembaga internasional bagi pemerintah terkait disiplin fiskal negara.

Suara.com - S&P Global Ratings mewanti-wanti meningkatnya tekanan fiskal, terutama biaya pembayaran utang yang lebih tinggi, menambah risiko penurunan profil kredit sovereign Indonesia dan bahkan bisa berujung pada rating negatif.

Lembaga pemeringkat kredit internasional tersebut mengatakan pembayaran bunga utang pemerintah "berkemungkinan besar" melewati ambang batas 15 persen dari total pendapatan negara pada 2025 lalu. Dan jika rasio tersebut terus berlanjut, maka S&P tak sungkan memberikan pandangan lebih negatif terhadap peringkat kredit Indonesia.

Adapun rasio bunga utang di bawah 15 persen selama bertahun-tahun dijaga pemerintah berada di bawah batas 15 persen. Tapi sejak krisis akibat Covid-19, bunga utang telah melonjak dan sampai saat ini belum mengalami penurunan berarti.

Saat ini S&P masih mempertahankan outlook stabil untuk peringkat Indonesia di level BBB. Tetapi peringatan ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah Presiden Prabowo.

Analis sovereign S&P Global, Rain Yin seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (26/2/2026) mengatakan ada dua hal yang dipantau pihaknya. Pertama adalah kerangka fiskal jangka menengah dan kedua adalah perkembangan penerimaan negara.

S&P menilai rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan negara adalah faktor kunci dari daya tahan fiskal. Jika penerimaan negara terus seret, beban bunga tetap tinggi dan berisiko mengikis bantalan fiskal yang menopang peringkat utang negara.

Defisit fiskal Indonesia tahun lalu mencapai 2,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari ekspektasi akibat lemahnya penerimaan negara dan membuat banyak pihak khawatir dengan disiplin fiskal Indonesia, mengingat undang-undang mengatur defisit fiskal tidak boleh mencapai 3 persen.

Penilaian S&P Global Ratings ini adalah peringatan ketiga untuk pemerintah dalam sebulan terakhir. Sebelumnya di awal Februari, MSCI Inc membekukan indeks untuk sementara dan mengancam akan menurunkan status bursa Indonesia dari emerging ke frontier market. Akibatnya pasar saham Indonesia ambruk dan kini perlahan pulih.

Setelahnya Moody’s Ratings mengubah outlook Indonesia menjadi negatif dari stabil. Lembaga itu menyoroti melemahnya tata kelola dan meningkatnya risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan program-program populisnya, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal

Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:15 WIB

Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026

Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:01 WIB

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:58 WIB

Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?

Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:07 WIB

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB