Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 13 Januari 2026 | 13:07 WIB
Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham
BUMI
  • Chengdong Investment Corp melakukan divestasi bertahap saham BUMI dari Desember 2025 hingga Januari 2026, kepemilikan turun dari 5,99% menjadi 4,99%.
  • Aksi jual ini terjadi di tengah volatilitas harga saham BUMI dan beriringan dengan masuknya ribuan investor ritel baru.
  • Peluang BUMI masuk indeks MSCI pada Februari 2026 menjadi katalis utama sentimen positif meski telah terjadi kenaikan harga.

Suara.com - Chengdong Investment Corp melakukan aksi divestasi besar-besaran pada kepemilikan sahamnya di raksasa batubara nasional, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip pada Selasa (13/1/2026), entitas yang terdaftar melalui akun HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self ini mengungkapkan bahwa pengurangan porsi saham tersebut dilakukan dalam rentang waktu akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Penjualan ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan saat volatilitas harga saham BUMI tengah berada dalam tren yang dinamis.

Aksi jual ini tidak dilakukan dalam satu transaksi tunggal, melainkan melalui serangkaian penjualan langsung secara bertahap di pasar reguler.

Proses pelepasan aset ini telah berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2025 dan berakhir pada 8 Januari 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, saham-saham tersebut dilepas pada rentang harga yang cukup lebar, yakni mulai dari harga terendah Rp363,00 pada akhir Desember hingga menyentuh harga tertinggi Rp461,00 per lembar saham pada pekan pertama Januari 2026.

Dampak dari aksi korporasi ini menyebabkan porsi kepemilikan Chengdong Investment Corp di BUMI kini menyusut secara signifikan hingga berada di bawah ambang batas psikologis 5 persen.

Sebelum rangkaian transaksi ini dimulai, Chengdong tercatat menguasai sebanyak 22.276.410.130 unit saham atau setara dengan hak suara sebesar 5,99 persen.

Kini, jumlah tersebut berkurang menjadi 18.563.056.230 unit saham, sehingga persentase kepemilikannya menjadi 4,99 persen.

Meskipun memiliki jumlah saham yang masih tergolong besar, Chengdong menegaskan statusnya dalam struktur perusahaan.

Mereka menekankan bahwa pihaknya bukanlah pemegang saham pengendali dan tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih kendali perusahaan di masa depan. Dalam dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak perusahaan menyatakan:

“Tujuan transaksi untuk Divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,”

Menariknya, aksi divestasi oleh investor institusi asing ini terjadi beriringan dengan fenomena "serbuan" investor ritel ke saham BUMI.

Hanya dalam waktu satu bulan terakhir, data BEI yang dirilis pada 9 Januari 2026 menunjukkan adanya penambahan sebanyak 148.255 investor baru yang masuk ke saham ini.

Saat ini, BUMI telah mengukuhkan posisinya sebagai emiten dengan jumlah pemegang saham terbanyak keempat di bursa domestik, yakni mencapai 362.993 investor.

Angka ini hanya berada di bawah raksasa perbankan BBRI dan BBCA, serta perusahaan teknologi GOTO. Minat masyarakat yang begitu tinggi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis batubara di bawah naungan kolaborasi Grup Salim dan Grup Bakrie.

Grup Salim sendiri, melalui Mach Energy (Hong Kong) Limited, saat ini memegang kendali mayoritas sebesar 45,78 persen.

Sementara itu, Grup Bakrie tetap memperkuat posisinya sebagai pengendali melalui PT Bakrie Capital Indonesia beserta entitas afiliasi lainnya.

Sentimen Ekspansi dan Ambisi Indeks MSCI

Lonjakan harga saham BUMI yang mencapai 301 persen dalam setahun terakhir tidak terlepas dari beragam sentimen positif. Selain perbaikan kinerja keuangan, BUMI juga tengah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara, seperti pengembangan bisnis bauksit-alumina melalui Laman Mining.

Ekspansi ini dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah tren transisi energi.

Namun, katalis utama yang paling dinantikan pasar adalah peluang BUMI untuk masuk kembali ke dalam indeks global bergengsi, MSCI (Morgan Stanley Capital International), dalam rebalancing periode Februari 2026.

Riset dari Indo Premier pada akhir 2025 menyebutkan bahwa BUMI merupakan kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk ke dalam MSCI Standard Cap.

Secara teknikal, kapitalisasi pasar BUMI telah jauh melampaui ambang batas minimum yang disyaratkan.

Meskipun harga sahamnya mengalami reli hingga 83 persen dalam satu bulan terakhir, analis menilai kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak melanggar ketentuan extreme price increase yang ditetapkan oleh MSCI.

Jika BUMI resmi masuk ke indeks global tersebut, diprediksi akan terjadi arus masuk dana asing yang jauh lebih besar untuk menggantikan posisi investor yang melakukan divestasi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha

Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:49 WIB

Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA

Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:16 WIB

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:03 WIB

Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA

Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:45 WIB

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:26 WIB

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 09:12 WIB

Terkini

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB