Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham

M Nurhadi

Selasa, 13 Januari 2026 | 13:07 WIB
Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham
BUMI
baca 10 detik
  • Chengdong Investment Corp melakukan divestasi bertahap saham BUMI dari Desember 2025 hingga Januari 2026, kepemilikan turun dari 5,99% menjadi 4,99%.
  • Aksi jual ini terjadi di tengah volatilitas harga saham BUMI dan beriringan dengan masuknya ribuan investor ritel baru.
  • Peluang BUMI masuk indeks MSCI pada Februari 2026 menjadi katalis utama sentimen positif meski telah terjadi kenaikan harga.

Suara.com - Chengdong Investment Corp melakukan aksi divestasi besar-besaran pada kepemilikan sahamnya di raksasa batubara nasional, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip pada Selasa (13/1/2026), entitas yang terdaftar melalui akun HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self ini mengungkapkan bahwa pengurangan porsi saham tersebut dilakukan dalam rentang waktu akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Penjualan ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan saat volatilitas harga saham BUMI tengah berada dalam tren yang dinamis.

Aksi jual ini tidak dilakukan dalam satu transaksi tunggal, melainkan melalui serangkaian penjualan langsung secara bertahap di pasar reguler.

Proses pelepasan aset ini telah berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2025 dan berakhir pada 8 Januari 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, saham-saham tersebut dilepas pada rentang harga yang cukup lebar, yakni mulai dari harga terendah Rp363,00 pada akhir Desember hingga menyentuh harga tertinggi Rp461,00 per lembar saham pada pekan pertama Januari 2026.

Dampak dari aksi korporasi ini menyebabkan porsi kepemilikan Chengdong Investment Corp di BUMI kini menyusut secara signifikan hingga berada di bawah ambang batas psikologis 5 persen.

Sebelum rangkaian transaksi ini dimulai, Chengdong tercatat menguasai sebanyak 22.276.410.130 unit saham atau setara dengan hak suara sebesar 5,99 persen.

Kini, jumlah tersebut berkurang menjadi 18.563.056.230 unit saham, sehingga persentase kepemilikannya menjadi 4,99 persen.

baca juga

Meskipun memiliki jumlah saham yang masih tergolong besar, Chengdong menegaskan statusnya dalam struktur perusahaan.

Mereka menekankan bahwa pihaknya bukanlah pemegang saham pengendali dan tidak memiliki ambisi untuk mengambil alih kendali perusahaan di masa depan. Dalam dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak perusahaan menyatakan:

“Tujuan transaksi untuk Divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,”

Menariknya, aksi divestasi oleh investor institusi asing ini terjadi beriringan dengan fenomena "serbuan" investor ritel ke saham BUMI.

Hanya dalam waktu satu bulan terakhir, data BEI yang dirilis pada 9 Januari 2026 menunjukkan adanya penambahan sebanyak 148.255 investor baru yang masuk ke saham ini.

Saat ini, BUMI telah mengukuhkan posisinya sebagai emiten dengan jumlah pemegang saham terbanyak keempat di bursa domestik, yakni mencapai 362.993 investor.

Angka ini hanya berada di bawah raksasa perbankan BBRI dan BBCA, serta perusahaan teknologi GOTO. Minat masyarakat yang begitu tinggi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis batubara di bawah naungan kolaborasi Grup Salim dan Grup Bakrie.

Grup Salim sendiri, melalui Mach Energy (Hong Kong) Limited, saat ini memegang kendali mayoritas sebesar 45,78 persen.

Sementara itu, Grup Bakrie tetap memperkuat posisinya sebagai pengendali melalui PT Bakrie Capital Indonesia beserta entitas afiliasi lainnya.

Sentimen Ekspansi dan Ambisi Indeks MSCI

Lonjakan harga saham BUMI yang mencapai 301 persen dalam setahun terakhir tidak terlepas dari beragam sentimen positif. Selain perbaikan kinerja keuangan, BUMI juga tengah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara, seperti pengembangan bisnis bauksit-alumina melalui Laman Mining.

Ekspansi ini dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah tren transisi energi.

Namun, katalis utama yang paling dinantikan pasar adalah peluang BUMI untuk masuk kembali ke dalam indeks global bergengsi, MSCI (Morgan Stanley Capital International), dalam rebalancing periode Februari 2026.

Riset dari Indo Premier pada akhir 2025 menyebutkan bahwa BUMI merupakan kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk ke dalam MSCI Standard Cap.

Secara teknikal, kapitalisasi pasar BUMI telah jauh melampaui ambang batas minimum yang disyaratkan.

Meskipun harga sahamnya mengalami reli hingga 83 persen dalam satu bulan terakhir, analis menilai kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak melanggar ketentuan extreme price increase yang ditetapkan oleh MSCI.

Jika BUMI resmi masuk ke indeks global tersebut, diprediksi akan terjadi arus masuk dana asing yang jauh lebih besar untuk menggantikan posisi investor yang melakukan divestasi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha

Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:49 WIB

Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA

Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:16 WIB

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:03 WIB

Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA

Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:45 WIB

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:26 WIB

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 09:12 WIB

Terkini

Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu

Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:54 WIB

5 HP Android dengan Kamera Terbaik yang Dijual di Indonesia, Juaranya Foto dan Video HD

5 HP Android dengan Kamera Terbaik yang Dijual di Indonesia, Juaranya Foto dan Video HD

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:51 WIB

Bagaimana Cara Memilih Jam Tangan Pintar Sesuai Kebutuhan? Ini 5 Tipsnya Sebelum Membeli

Bagaimana Cara Memilih Jam Tangan Pintar Sesuai Kebutuhan? Ini 5 Tipsnya Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:50 WIB

First Look Serial Below Rilis, Josh Hartnett Didapuk Jadi Bintang Utama

First Look Serial Below Rilis, Josh Hartnett Didapuk Jadi Bintang Utama

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:50 WIB

WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim

WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:48 WIB

Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang

Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:45 WIB

Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu

Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:45 WIB

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:43 WIB

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:42 WIB

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:41 WIB

×