IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

Achmad Fauzi Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:12 WIB
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Selasa, 13 Januari 2026, mencapai level 8.931 pada awal perdagangan.
  • Perdagangan hingga pukul 09.04 WIB mencatatkan transaksi 2,97 miliar saham senilai Rp 1,76 triliun dengan 354 saham menguat.
  • Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan kisaran support 8.760 dan resistance 9.000 hari itu.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat di awal perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 8.931.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus melesat dengan naik 0,56 persen ke level 8.934.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,76 triliun, serta frekuensi sebanyak 229.700 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 354 saham bergerak naik, sedangkan 149 saham mengalami penurunan, dan 455 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SOTS, INDS, IFSH, NICK, LIVE, APLN, MSKY, GWSA, PACK, EURO.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NATO, HATM, UDNG, DGNS, NINE, IBOS, IRSC, MTWI, PNSE, ZYRX.

Proyeksi IHSG

IHSG ditutup melemah pada perdagangan awal pekan. Pada Senin (12/1/2026), IHSG terkoreksi 52,03 poin atau 0,58 persen ke level 8.884.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan sektoral yang cenderung bervariasi. Sektor consumer cyclicals justru mencatatkan penguatan paling kuat dengan kenaikan 2,22 persen. Sebaliknya, sektor infrastructures menjadi pemberat utama pasar setelah anjlok 2,37 persen.

Baca Juga: IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut, meski dalam ruang yang terbatas. Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak melemah terbatas dengan kisaran support di level 8.760 dan resistance di area 9.000.

Meski demikian, peluang penguatan dinilai masih terbuka apabila sentimen pasar membaik dan terjadi aksi beli selektif pada saham-saham tertentu.

Beberapa isu yang menjadi perhatian pelaku pasar antara lain terkait dinamika “drop saham” serta perkembangan terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Untuk saham-saham yang patut dicermati, sejumlah emiten masuk dalam radar pelaku pasar, di antaranya PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global, sehingga investor disarankan tetap mencermati level teknikal serta memilih saham secara selektif di tengah volatilitas pasar.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI