Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

M Nurhadi

Kamis, 15 Januari 2026 | 17:02 WIB
Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Harga perak terkoreksi tipis pada Kamis (15/1/2026) menjadi sekitar US$92 per ons setelah mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya.
  • Koreksi harga dipicu keputusan Trump tidak memberlakukan tarif baru dan meredanya ketegangan geopolitik Iran sementara waktu.
  • Data ekonomi AS yang kuat menekan perak lebih lanjut, memperkuat spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu dekat.

Suara.com - Harga perak di pasar global mengalami koreksi tipis pada perdagangan Kamis (15/1/2026), menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang baru saja dicapai sehari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan untuk tidak memberlakukan tarif baru terhadap impor mineral kritis dalam waktu dekat.

Logam putih tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$92 per ons. Sebelumnya, pada sesi perdagangan Asia, perak sempat menyentuh level tertinggi baru di angka US$93,90 sebelum akhirnya terkoreksi lebih dari 4 persen saat memasuki sesi Eropa ke level terendah harian di sekitar US$89,40 per ons.

Pasar logam mulia, termasuk platinum dan paladium, sedikit bernapas lega setelah Trump menyatakan keinginan untuk menegosiasikan perjanjian bilateral demi menjamin stabilitas pasokan mineral kritis bagi AS.

Alih-alih menerapkan tarif berbasis persentase yang kaku, Trump melontarkan gagasan mengenai penetapan "harga dasar impor" guna mendukung pengembangan rantai pasok domestik.

Langkah ini dinilai meredakan tensi perdagangan global untuk sementara waktu, sehingga permintaan terhadap perak sebagai aset pelindung nilai (safe-haven) sedikit menyusut.

Selain faktor tarif, meredanya ketegangan di Iran—di mana Trump menyebut laporan eksekusi massal mulai berkurang—turut menekan harga logam mulia.

Meskipun ancaman tarif mereda, perak tetap berada di bawah tekanan menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

baca juga

Beberapa indikator ekonomi utama yang memengaruhi pasar antara lain:

  • Penjualan Ritel: Meningkat 0,6 persen menjadi US$735,9 miliar pada November, melampaui ekspektasi pertumbuhan 0,4 persen.
  • Indeks Harga Produsen (PPI): Menunjukkan inflasi tahunan di level 3 persen, baik untuk angka utama maupun inti.
  • Sektor Tenaga Kerja: Penurunan tingkat pengangguran mingguan memperkuat posisi dolar AS, yang secara otomatis membebani komoditas dalam denominasi dolar.

Di sisi lain, isu mengenai independensi bank sentral kembali mencuat. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengkritik langkah pemerintahan Trump yang memanggilnya untuk dimintai keterangan, dan menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap kebijakan moneter.

Ketidakpastian mengenai masa depan independensi The Fed ini diprediksi dapat sewaktu-waktu membangkitkan kembali minat investor terhadap perak sebagai penyimpan nilai alternatif.

Reli besar yang terjadi pada Rabu sebelumnya, yang membawa emas, perak, tembaga, hingga timah ke level tertinggi baru, menunjukkan bahwa investor masih sangat berminat pada aset riil di tengah ketidakpastian geopolitik jangka panjang.

Pembelian intensif dari China dan AS, ditambah dengan rotasi modal besar-besaran ke sektor komoditas, menjadi bantalan yang menahan harga perak agar tidak merosot terlalu dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:52 WIB

Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026

Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:45 WIB

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×