Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada

M Nurhadi

Kamis, 15 Januari 2026 | 17:02 WIB
Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)
  • Harga perak terkoreksi tipis pada Kamis (15/1/2026) menjadi sekitar US$92 per ons setelah mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya.
  • Koreksi harga dipicu keputusan Trump tidak memberlakukan tarif baru dan meredanya ketegangan geopolitik Iran sementara waktu.
  • Data ekonomi AS yang kuat menekan perak lebih lanjut, memperkuat spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu dekat.

Suara.com - Harga perak di pasar global mengalami koreksi tipis pada perdagangan Kamis (15/1/2026), menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang baru saja dicapai sehari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan untuk tidak memberlakukan tarif baru terhadap impor mineral kritis dalam waktu dekat.

Logam putih tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$92 per ons. Sebelumnya, pada sesi perdagangan Asia, perak sempat menyentuh level tertinggi baru di angka US$93,90 sebelum akhirnya terkoreksi lebih dari 4 persen saat memasuki sesi Eropa ke level terendah harian di sekitar US$89,40 per ons.

Pasar logam mulia, termasuk platinum dan paladium, sedikit bernapas lega setelah Trump menyatakan keinginan untuk menegosiasikan perjanjian bilateral demi menjamin stabilitas pasokan mineral kritis bagi AS.

Alih-alih menerapkan tarif berbasis persentase yang kaku, Trump melontarkan gagasan mengenai penetapan "harga dasar impor" guna mendukung pengembangan rantai pasok domestik.

Langkah ini dinilai meredakan tensi perdagangan global untuk sementara waktu, sehingga permintaan terhadap perak sebagai aset pelindung nilai (safe-haven) sedikit menyusut.

Selain faktor tarif, meredanya ketegangan di Iran—di mana Trump menyebut laporan eksekusi massal mulai berkurang—turut menekan harga logam mulia.

Meskipun ancaman tarif mereda, perak tetap berada di bawah tekanan menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Beberapa indikator ekonomi utama yang memengaruhi pasar antara lain:

  • Penjualan Ritel: Meningkat 0,6 persen menjadi US$735,9 miliar pada November, melampaui ekspektasi pertumbuhan 0,4 persen.
  • Indeks Harga Produsen (PPI): Menunjukkan inflasi tahunan di level 3 persen, baik untuk angka utama maupun inti.
  • Sektor Tenaga Kerja: Penurunan tingkat pengangguran mingguan memperkuat posisi dolar AS, yang secara otomatis membebani komoditas dalam denominasi dolar.

Di sisi lain, isu mengenai independensi bank sentral kembali mencuat. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengkritik langkah pemerintahan Trump yang memanggilnya untuk dimintai keterangan, dan menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap kebijakan moneter.

Ketidakpastian mengenai masa depan independensi The Fed ini diprediksi dapat sewaktu-waktu membangkitkan kembali minat investor terhadap perak sebagai penyimpan nilai alternatif.

Reli besar yang terjadi pada Rabu sebelumnya, yang membawa emas, perak, tembaga, hingga timah ke level tertinggi baru, menunjukkan bahwa investor masih sangat berminat pada aset riil di tengah ketidakpastian geopolitik jangka panjang.

Pembelian intensif dari China dan AS, ditambah dengan rotasi modal besar-besaran ke sektor komoditas, menjadi bantalan yang menahan harga perak agar tidak merosot terlalu dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:52 WIB

Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026

Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:45 WIB

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB