Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]
  • Harga emas mencapai rekor tertinggi menutup di US$4.620,48 pada Rabu (14/1/2026) karena ketidakpastian geopolitik ekstrem.
  • Eskalasi ketegangan global, termasuk krisis Iran dan kebijakan luar negeri AS, mendorong investor mencari aset aman.
  • Harga perak melonjak mengikuti emas, dengan target realistis kini diprediksi analis mencapai US$100 per ons.

Suara.com - Harga emas dan perak terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa secara berturut-turut.

Ketidakpastian geopolitik yang ekstrem dan dinamika ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi motor penggerak utama yang memaksa investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe-haven.

Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026), harga emas di pasar spot mencatatkan sejarah baru dengan menguat 0,72 persen ke level US$4.620,48 per troy ons.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah sang logam mulia berhasil mengakhiri hari di atas ambang psikologis US$4.600. Bahkan, dalam sesi perdagangan intraday, harga sempat menyentuh titik didih di angka US$4.642,72 per troy ons.

Geopolitik Memanas: Dari Krisis Iran hingga Isu Greenland

Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan global yang semakin agresif. Pasar merespons kekhawatiran atas kerusuhan besar di Iran, di mana laporan dari Bloomberg menyebutkan angka kematian pengunjuk rasa telah melampaui 2.500 jiwa.

Presiden AS Donald Trump bahkan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada demonstran, yang memicu peringatan balasan dari Teheran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.

Selain konflik di Timur Tengah, kebijakan luar negeri AS yang tidak konvensional turut menambah volatilitas pasar.

Rencana agresif Washington untuk menguasai Greenland serta tindakan militer terhadap kepemimpinan di Venezuela telah menciptakan kecemasan sistemik.

"Semua jalan saat ini mengarah pada emas dan perak," ujar Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, yang dilansir via Kitco.

Ia menekankan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase bullish struktural yang didorong oleh tingginya permintaan dari berbagai sektor.

Perak Mengekor: Target US$100 per Ons

Langkah emas diikuti oleh lonjakan harga perak yang tidak kalah impresif. Pada perdagangan Rabu, harga perak naik tajam sebesar US$5,39 menjadi US$91,70 per ons.

Para spekulan dan analis kini mulai membidik angka US$100 per ons sebagai target realistis dalam waktu dekat, seiring dengan meningkatnya penghindaran risiko di pasar global.

Secara teknis, logam mulia yang tidak memberikan bunga ini tetap menjadi primadona karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tetap kuat, meskipun data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang kontradiktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi! Kompak Meroket Berturut-turut

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi! Kompak Meroket Berturut-turut

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 09:39 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Harganya Kini Rp 2.675.000/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Harganya Kini Rp 2.675.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 09:24 WIB

Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks

Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:11 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB