Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:37 WIB
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut, Catat Sejarah Baru
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Harga emas mencapai rekor tertinggi menutup di US$4.620,48 pada Rabu (14/1/2026) karena ketidakpastian geopolitik ekstrem.
  • Eskalasi ketegangan global, termasuk krisis Iran dan kebijakan luar negeri AS, mendorong investor mencari aset aman.
  • Harga perak melonjak mengikuti emas, dengan target realistis kini diprediksi analis mencapai US$100 per ons.

Suara.com - Harga emas dan perak terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa secara berturut-turut.

Ketidakpastian geopolitik yang ekstrem dan dinamika ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi motor penggerak utama yang memaksa investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe-haven.

Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026), harga emas di pasar spot mencatatkan sejarah baru dengan menguat 0,72 persen ke level US$4.620,48 per troy ons.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah sang logam mulia berhasil mengakhiri hari di atas ambang psikologis US$4.600. Bahkan, dalam sesi perdagangan intraday, harga sempat menyentuh titik didih di angka US$4.642,72 per troy ons.

Geopolitik Memanas: Dari Krisis Iran hingga Isu Greenland

Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan global yang semakin agresif. Pasar merespons kekhawatiran atas kerusuhan besar di Iran, di mana laporan dari Bloomberg menyebutkan angka kematian pengunjuk rasa telah melampaui 2.500 jiwa.

Presiden AS Donald Trump bahkan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada demonstran, yang memicu peringatan balasan dari Teheran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.

Selain konflik di Timur Tengah, kebijakan luar negeri AS yang tidak konvensional turut menambah volatilitas pasar.

Rencana agresif Washington untuk menguasai Greenland serta tindakan militer terhadap kepemimpinan di Venezuela telah menciptakan kecemasan sistemik.

Baca Juga: Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran

"Semua jalan saat ini mengarah pada emas dan perak," ujar Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, yang dilansir via Kitco.

Ia menekankan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase bullish struktural yang didorong oleh tingginya permintaan dari berbagai sektor.

Perak Mengekor: Target US$100 per Ons

Langkah emas diikuti oleh lonjakan harga perak yang tidak kalah impresif. Pada perdagangan Rabu, harga perak naik tajam sebesar US$5,39 menjadi US$91,70 per ons.

Para spekulan dan analis kini mulai membidik angka US$100 per ons sebagai target realistis dalam waktu dekat, seiring dengan meningkatnya penghindaran risiko di pasar global.

Secara teknis, logam mulia yang tidak memberikan bunga ini tetap menjadi primadona karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tetap kuat, meskipun data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang kontradiktif.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI